Syaharani dan Idang Rasjidi Akan Ramaikan "Maratua Jazz & Dive Fiesta"

Kompas.com - 11/09/2015, 18:12 WIB
Syaharani (kanan) dan Idang Rasjidi tampil di Maratua Jazz and Dive Fiesta 2015, di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2015). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESSyaharani (kanan) dan Idang Rasjidi tampil di Maratua Jazz and Dive Fiesta 2015, di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2015).
|
EditorIrfan Maullana

MARATUA, KOMPAS.com -- Sejumlah musisi jazz kenamaan, baik nasional dan lokal, akan unjuk kebolehan dalam rangkaian acara Maratua Jazz & Dive Fiesta, di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang digelar Jumat (11/9/2015) dan Sabtu (12/9/2015).

"Jazz-nya akan ada dua hari. Sekarang (Jumat) dan besok (Sabtu). Kalau malam ini akan ada gala dinner-nya," ujar Public Relation Manager PT Berau Coal, Arief Hadianto, saat berbincang dengan Kompas.com di Pulau Maratua.

Grup musik Syaharani and Queenfireworks (ESQI:EF) dengan formasi Syaharani (vokal), Donny Suhendra (gitar), Andy Gomez (keyboard), Eddy Syakroni (drum), dan Bekti Sudiro (bas) akan tampil dalam festival musik jazz tersebut. Selain mereka, masih ada pianis jazz kenamaan Idang Rasjidi bersama grup musiknya dan band lokal asal Kalimantan Timur yang tak kalah seru.

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Syaharani (kanan) dan Idang Rasjidi tampil di Maratua Jazz and Dive Fiesta 2015, di Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (11/9/2015).

Pertunjukan akan dimulai pukul 19.00 hingga 22.00 WITA. "Mereka akan membawakan lima sampai enam lagu, yang panggungnya dekat sekitar rumah penduduk," kata Arief.

Menurut dia, pertunjukan musik jazz dapat mengangkat potensi wisata Pulau Maratua. "Maratua jazz ini sebagai stimulan bersama. Ini yang pertama dan ini etalase negeri kita yang berbatasan langsung dengan Filipina. Kalau bisa sukses, ke depannya ini bisa memberikan potensi budaya lokal dan ekonomi masyarakatnya sendiri," ujarnya.

"Ada dua terget lagi. Mengenalkan awareness terhadap musik jazz kepada masyarakat lokal. Namun, juga memberikan proses edukasi," sambungnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X