Penjual Tiket Palsu "Bon Jovi Live!" Pernah Jual Tiket Konser NOAH

Kompas.com - 15/09/2015, 15:49 WIB
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria dengan nama berinisial FG, yang menjual tiket palsu konser Bon Jovi Live! di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015), kini meringkuk di Tahanan Mapolda Metro Jaya, Jakarta. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, FG kerap menjual tiket konser. Salah satunya untuk konser band NOAH.

"Yakinkan pembeli karena sebelumnya FG pernah jual tiket konser-konser yang lain, konser NOAH. Namun, yang itu enggak masalah (bukan tiket palsu). Konser Bon Jovi ini yang bermasalah," ujar Krishna dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/9/2015).

Krishna menerangkan, FG bekerja pada sebuah event organizer (EO). FG, lanjutnya, bukan pembuat tiket palsu, melainkan semacam makelar penjual tiket palsu.

"Bukan penjual tiket resmi, semacam broker-lah," ujarnya.

Modusnya, kata Krishna, FG menjajakan tiket palsu tersebut melalui pesan Blackberry Messenger dan sebuah situs. Harga tiket yang dijual oleh FG, kata Krishna lagi, jauh lebih murah daripada harga resmi tiket asli yang dikeluarkan oleh promotor konser Bon Jovi Live!.

"Dia mengatakan, tiketnya lebih murah," ujarnya lagi.

Dari konser Bon Jovi Live!, FG berhasil meraup Rp 306.900.000 melalui penjualan 299 tiket palsu. Ia dituntut oleh pembeli terakhir, yakni Fatma. Ketika Fatma akan masuk ke GBK, barcode pada tiket palsu yang dibeli itu tak terbaca, dan ia tidak bisa masuk ke GBK.

"Ketika di-barcode, tidak bisa terdeteksi. Print-nya sama, hanya barcode tidak bisa," kata Krishna.

Krishna menerangkan pula, FG mengaku bahwa uang hasil penipuan itu tak ada di tangannya. FG telah menyetorkannya dalam bentuk tunai kepada seseorang.

"Uangnya enggak sama dia. Katanya sama orang lain. Dia pesan sama orang lain itu. Namun, orang lain itu masih seperti hantu. Anggota kami sedang mencari, tetapi belum ketemu. Dia (FG) bisa membuktikan atau tidak kalau ada orang lain itu," katanya.

Karena itu, sambung Krishna, Polda Metro Jaya akan mengusut kasus tersebut lebih lanjut lagi dan mengimbau agar kasus itu bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat.

"Ini masih dikembangkan. Tujuannya, selain mengungkap, juga untuk memberikan warning kepada masyarakat agar tak terjebak pada masalah yang sama," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.