Apa Kabar 13 Anak "Di Atas Rata Rata" Generasi Pertama?

Kompas.com - 02/10/2015, 12:07 WIB
Pemain musik, pencipta lagu, aranjer, dan produser musik kenamaan Indonesia Erwin Gutawa diwawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Ia bersama putrinya, penyanyi dan pencipta lagu Gita Gutawa, kembali menemukan anak-anak bertalenta di bidang musik sebagai generasi baru dalam program bernama Di Atas Rata Rata (DARR), yang antara lain berwujud album kompilasi. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPemain musik, pencipta lagu, aranjer, dan produser musik kenamaan Indonesia Erwin Gutawa diwawancara di kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Kamis (1/10/2015). Ia bersama putrinya, penyanyi dan pencipta lagu Gita Gutawa, kembali menemukan anak-anak bertalenta di bidang musik sebagai generasi baru dalam program bernama Di Atas Rata Rata (DARR), yang antara lain berwujud album kompilasi. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Dua tahun lalu, 2013, pemusik Erwin Gutawa (53) dan penyanyi Gita Gutawa (22), berhasil menemukan 13 anak berbakat musik melalui program mereka yang bernama Di Atas Rata Rata (DARR). Tahun ini, duo ayah dan anak itu, lewat program yang sama, mengenalkan tujuh anak dengan bakat yang tak kalah hebat. Lalu, apa kabar anak-anak DARR generasi pertama sekarang?

"Noni Dju, dia sekarang makin keren. Dia jadi vokalis sama song writer (penulis lagu) sekaligus. Dia ikut nyumbang lagu buat (album) DARR 2, judulnya 'Ha Ha Ha'," ucap Erwin ketika berkunjung ke kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, bersama Gita dan ketujuh anak DARR generasi kedua, Kamis (1/10/2015) sore.

Sementara itu, Woro atau Woro Mustiko Siwi, yang dikenal bisa menyinden, sekarang lebih mendalami kemampuannya berdalang dan sering berkeliling kota tampil dengan kelompok wayangnya.

"Dia (Woro) juga baru bikin buku," tambah Erwin.

Di samping mereka, ada Raffi Daeng, yang masih berusia 13 tahun ketika menjadi bagian DARR. Menurut Erwin, Raffi sudah semakin dewasa dalam bernyanyi. Dengan vokalnya yang jazzy dan kemampuannya memainkan piano, ia sering diajak sepanggung dengan Trio Lestari.

Kemudian, si pemilik cengkok blues, Luke Waters atau Sensen, disebut Erwin memilih beristirahat dari kegiatan bermusik untuk sementara waktu.

"Sensen istiraha,t karena vokalis cowok masuk usia 15 tahun itu suaranya mulai pecah," jelasnya.

"Memang tidak semua anak DARR pertama ini terlihat sekarang. Tapi, paling tidak, ada yang tetap mengembangkan kemampuan bermusik mereka," tekannya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X