Rossa Kecewa Pemerintah Belum Bisa Tanggulangi Bencana Asap

Kompas.com - 22/10/2015, 14:42 WIB
Sri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa hadir dalam jumpa pers konser Dari Hati di Fable, Fairground-Lot 14 SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015). KOMPAS.COM/IRFAN MAULLANASri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa hadir dalam jumpa pers konser Dari Hati di Fable, Fairground-Lot 14 SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2015).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis Rossa (37) merasa kecewa dan kesal. Menurut dia, pemerintah tak menanggulangi bencana asap di Sumatera dan Kalimantan secara serius.

"Ini saya kesel nih. Saya sebetulnya cukup kecewa penanggulan bencana dari pemerintah. Ini sudah keterlaluan. Udara bersih mereka tinggal lima persen. Mereka sekarat loh," kata Rossa dalam temu media di Resto Merah Delima, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015) siang.

Rasa kecewa dan kesal Rossa dipicu oleh dampak buruk asap yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sana, khususnya anak-anak, yang meninggal karena menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Rossa mempertanyakan peran pemerintah dalam menyelesaikan bencana asap ini. Baik itu pemerintah daerah maupun pusat. Ibu satu anak itu menilai upaya memadamkan kebakaran hutan dengan menurunkan hujan buatan tak efektif, apalagi asap sudah menyebar ke negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Apa enggak malu? Di mana perikemanusiaannya? Seingat saya, pemerintahan sebelumnya, kalau ada bencana presidennya turun dan beberapa hari kemudian bisa ditanggulangi. Asap hilang. Jadi ini salah pemerintahannya lah," kata Rossa.

"Ini adalah kekecewaan terhadap penanggulan pemerintah. Saya sendiri ingin banget bantu tapi enggak tahu gimana. Karena itu udah di luar kemampuan kami sebagai rakyat," tambahnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X