"Brush with Danger" Diputar di Tanah Air, Livi Zheng Grogi

Kompas.com - 20/11/2015, 20:52 WIB
Livi Zheng dan Deddy Corbuzier berfoto berdua usai pemutaran perdana film Brush with Danger di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2015) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGLivi Zheng dan Deddy Corbuzier berfoto berdua usai pemutaran perdana film Brush with Danger di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Jumat (20/11/2015) sore.
|
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com -- Livi Zheng (26) mengaku grogi menghadapi pemutaran perdana film Hollywood Brush with Danger (2014) di Indonesia.

Brush with Danger diputar untuk kali pertama di Tanah Air pada Jumat (20/11/2015) siang, setelah dirilis di AS pada 19 September 2014.

"Tadi sempet nervous, grogi, aduh filmnya pada suka enggak ya," ucap perempuan asal Indonesia ini dalam wawancara setelah pemutaran perdana Brush with Danger di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Jumat sore.

Namun, di sisi lain, Livi bergembira.

"Saya senang film saya diputar di Indonesia. Saya sudah tunggu-tunggu," sambung Livi, yang menulis skenario dan membintangi film tersebut bersama adiknya, Ken Zheng.

Setelah pemutaran perdana film itu, Livi pun berbahagia.

"Aku seneng banget, karena ternyata Pak Menteri Anies (Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) suka filmnya. Mbak Desi Anwar (produser tayangan televisi) juga suka. Mas Deddy Corbuzier (mentalis) juga suka. So, I'm really happy," tuturnya.
Perjuangan Livi agar film tersebut bisa ditayangkan di Indonesia tidaklah mudah. Ia harus mengurus sendiri, dari distribusi, sensor, hingga publikasi film itu.

"Persiapannya agak panjang, karena saya belum tahu industri film di Indonesia. Di sini saya belajar jadi distributor, belajar marketing, bikin proposal sponsor," bebernya.

"Mendadak saya belajar itu semua dan bukan dalam waktu yang sebentar. Saya juga harus tiga kali ke Lembaga Sensor Film (LSF)," sambungnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menghargai hasil kerja keras Livi tersebut.

"Menulis skrip dan menawrkan ke banyak tempat, tapi ditolak 32 kali hingga akhirnya diterima. Ini adalah cermin ketangguhan anak Indonesia yang patut kita apresiasi. Livi yang membuka jalan," ucap Anies.

"Mudah-mudahan bermunculan sineas Indonesia yang bukan saja level domestik, tapi juga level internasional. Selamat buat Livi," ucap Anies lagi.

Kompas Video Wawancara dengan Livi Zheng - part 1

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X