Niniek L Karim dan Teguh Karya Berdamai karena Rp 20.000

Kompas.com - 23/11/2015, 15:59 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com --
Uang senilai Rp 20.000 menjadi tanda damai antara aktris senior dan psikolog, Niniek L Karim (66), dengan sutradara film dan teater legendaris, mendiang Teguh Karya. Bagaimana ceritanya?

Niniek berkisah. Suatu ketika ia menjalani shooting sebuah adegan untuk film televisi judulnya Pulang yang disutradarai Teguh Karya. Namun adegan itu tak kunjung selesai hingga pukul 02.00 WIB pagi, lantaran Teguh belum puas dengan akting Niniek.

Padahal saat itu Niniek sudah sangat kedinginan karena adegan hujan. Namun, Niniek tetap mencoba menahan amarahnya.

"Saya sudah capek sekali tapi disuruh ulang terus. Saya jengkel sekali waktu itu," tuturnya dalam obrolan santai di kediaman Teguh Karya yang menjadi markas Teater Populer di Kebon Pala 1, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Hingga usai shooting, Niniek tak dapat lagi meredam rasa kesalnya. Ia lantas membanting pintu kediaman Teguh yang menjadi lokasi shooting.

Kaca pintu pun pecah dan melukai tangan Niniek.

"Beliau (Teguh) kebingungan. Suruh saya dibawa ke dokter. Tangan saya sampai dijahit. Terus karena kena air terus, saya bronkitis, harus istirahat dua bulan," ucapnya.

Setelah sembuh, Niniek bertemu lagi dengan Teguh Karya untuk sebuah shooting di stasiun televisi TVRI. Ia yang saat itu masih marah memilih tak acuh kepada sang guru.

Namun, tiba-tiba Teguh menghampirinya dan membuat nyali Niniek ciut. Ia menyangka akan dimarahi oleh Teguh yang terkenal galak.

"Sore-sore beliau bilang gini dengan cueknya, 'Bagi duit Rp 10.000'. Sambil keluarin duitnya tapi saya tetap muka ketus. Terus beliau angkat tangan saya, teriak, 'Nih, dua puluh ribu, tanda damai gue sama Niniek'. Saya langsung luluh terus ketawa he-he-he," kenang Niniek.

Steve Liem Tjoan Hok alias Teguh Karya, lahir di Pandeglang, Jawa Barat, 22 September 1937. Ia meninggal di Jakarta, 11 Desember 2001 dalam usia 64 tahun. Ia adalah seorang sutradara film legendaris Indonesia.

Teguh Karya adalah pemimpin Teater Populer sejak berdiri pada 1968. Ia enam kali menjadi Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia.

Film-filmnya melahirkan banyak aktor dan aktris terkemuka Indonesia seperti Slamet Rahardjo, Christine Hakim, dan Alex Komang.

Untuk menghargai sumbangsihnya dalam dunia perfilman Tanah Air, Festival Film Indonesia 2015 yang akan digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, 23 November 2015 malam ini, sengaja mengenang Teguh Karya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.