Ahmad Dhani Tidak Suka Mulan Jameela Dituduh Perebut Suami Orang

Kompas.com - 05/01/2016, 17:55 WIB
Ahmad Dhani diabadikan di sela audisi para calon personel grup-grup vokal perempuan Dewi Dewi dan Mahadewi di Studio MNCTV, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (27/12/2015) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGAhmad Dhani diabadikan di sela audisi para calon personel grup-grup vokal perempuan Dewi Dewi dan Mahadewi di Studio MNCTV, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (27/12/2015) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis yang juga produser Ahmad Dhani mengaku tidak suka jika istrinya, vokalis Mulan Jameela, dituduh sebagai perebut suami orang. Apalagi jika hal itu dikait-kaitkan dengan kasus perceraiannya dengan artis musik Maia Estianty.

"Orang-orang yang selama ini menuduh Mulan merebut suami orang itu enggak mungkin sekali," kata pentolan grup band Dewa 19 tersebut di kediamannua, Jalan Pinang Mas II, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2015).

Sebaliknya, Dhani mengaku lebih suka dinilai berjodoh dengan Mulan. Pernikahan mereka berlangsung pada 15 Maret 2009, atau bertepatan dengan pesta khitanan ketiga anak Dhani dari, yakni Al, El, dan Dul.

"Saya di atas (lantai dua) sama keluarga Mulan. Kalau enggak percaya, keluarga Mulan dikumpulin lagi saja sama ustaznya biar jumpa pers lagi," kata Dhani.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X