LSF: Film-film dalam Netflix Harus Lulus Sensor

Kompas.com - 13/01/2016, 20:13 WIB
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Layanan streaming film dan serial TV Netflix resmi masuk ke Indonesia. Mengingat media yang digunakan adalah internet dan bisa ditonton secara luas, Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki menegaskan bahwa film-film yang ditayangkan Netflix harus lulus sensor lebih dulu.

"Kalau film-film dalam Netflix ditayangkan di teritori Indonesia, maka semestinya harus yang sudah disensor. Mari kita atur jumlahnya. Kami siap sensor," tutur Ahmad dalam konferensi pers di gedung LSF, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

(Baca: Layanan "Streaming" Film Netflix Akhirnya Masuk ke Indonesia)

Sebab, kata dia, dalam Undang Undang nomor 33 tahun 2009 tentang Perfilman, disebutkan bahwa tiap film yang akan dipertontonkan pada khalayak harus mengantongi surat tanda sensor dari LSF.

Namun,  Ahmad tak menutup mata bahwa mekanisme menyaring film-film yang beredar di internet hingga saat ini masih belum jelas.

"Memang dasarnya dari ketentuan yang ada, yang kami sensor dalah film yang didaftarkan di sini. Sementara film di luar, kami belum bisa menjangkaunya dan proaktif," ucappnya.

Kendati begitu, Ahmad menegaskan pihaknya siap melakukan sensor terhadap ribuan film dalam Netflix secara bertahap.

"Konten yang ada di situ (Netflix) konsen kami. Sudah lulus sensor belum? Misalnya satu hari kami sensor 10 film. Sebulan sudah tiga ratus kan. Kemudian belum bicara ratingnya dia. Kalau di streaming maka berlaku lembaga penyiaran," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya,  Lama dinanti, Netflix akhirnya memperluas layanannya ke seluruh dunia. Secara total, ada 130 negara baru yang bisa menikmati layanan streaming film dan serial TV ini, termasuk Indonesia.

Pengumuman hadirnya layanan Netflix secara global diumumkan langsung oleh Co-Founder dan CEO Netflix Reed Hastings di atas panggung Consumer Electronics Show (CES) 2016 di Las Vegas, AS, Rabu (6/1/2016).

"Dengan peluncuran ini, konsumen di seluruh dunia—dari Singapura ke St Petersburg, dari San Francisco ke Sao Paolo—dapat menikmati acara TV dan film secara simultan, tak lagi menunggu," ujar Hastings.

Sebelum ini, layanan Netflix baru bisa dinikmati di 60 negara. Beberapa negara Asia, seperti Singapura, Korea Selatan, Hongkong, dan Taiwan, sudah terlebih dahulu kebagian layanan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.