Lola Amaria: Kehidupan Tunanetra Lebih Berwarna Dibanding Kita

Kompas.com - 25/02/2016, 09:10 WIB
Lola Amaria KOMPAS.com/Reni SusantiLola Amaria
|
EditorKistyarini
BANDUNG, KOMPAS.com — Aktris sekaligus produser dan sutradara Lola Amaria berbagi cerita tentang kehidupan penyandang tunanetra.

"Mereka memang tunanetra, tetapi kehidupan mereka jauh lebih berwarna daripada kita," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 30 Juli 1977, ini seusai menonton bareng film Jingga di Bandung, Rabu (24/2/2016) sore.

Bintang film Ca Bau Kan ini menjelaskan, ia melakukan riset selama satu tahun untuk mendalami kehidupan penyandang tunanetra.

Banyak yang mengharukan. Mereka menghadapi semua masalah dengan tegar dan ceria, padahal Lola sedih dan menangis karenanya.

Misalnya, ketika mereka menceritakan penyebab kebutaan. Sambil tertawa riang, para disabilitas ini membagikan ceritanya.

"Mereka ketawa-tawa, kalau sudah nasib mau gimana? Sedangkan kita yang dengernya ingin menangis. Makanya, sepanjang riset itu, kerjaannya mewek terus. Baru di pertemuan ke delapan atau sembilan baru bisa kuat," ungkapnya.

Lola mengaku saat itu ia merasa tidak sanggup melihat hal itu sebagai sesuatu yang nyata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itulah, hal yang paling sulit dalam film terbarunya, ujar Lola, adalah membuat semuanya menjadi nyata dan natural, mulai dari akting hingga gerak kamera dibuat senyata mungkin.

Menurut Lola, tidak semua penyandang tunanetra berpenglihatan gelap. Ia kerap bertanya tentang apa yang mereka lihat.

Jawabannya, ujar Lola, tidak selalu gelap. Ada yang melihat putih karena sinar, ada yang berbayang-bayang.

"Hidup mereka tidak pernah gelap dan suram. Kehidupan mereka berwarna. Nasib gini ya terima, harus belajar dan berjuang. Harus riang segala sesuatu. Mendengar dan melihat itu, justru kita yang merasa tertampar," ucapnya.

Pemeran film Betina ini mengungkapkan, riset yang dilakukannya cukup lama, sekitar setahun karena ia tidak ingin menyesatkan penonton dengan informasi yang salah. Shooting-nya sendiri berlangsung selama 21 hari di Kota Bandung.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.