Klarifikasi Dian Sastrowardoyo atas Pemberitaan Aksi "Kartini Kendeng"

Kompas.com - 17/04/2016, 15:20 WIB
Artis peran Dian Sastro (kedua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam seminar tentang spirit Kartini di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2016). KOMPAS.COM/NAZAR NURDINArtis peran Dian Sastro (kedua dari kiri) saat menjadi pembicara dalam seminar tentang spirit Kartini di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (16/4/2016).
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Artis peran Dian Sastrowardoyo mengklarifikasi pernyataannya terkait aksi "Kartini Kendeng" yang ditayangkan di Kompas.com. Menurut Dian, pernyataannya yang dikutip Kompas.com tidak tepat.

Berita yang dimaksud adalah Terkait Aksi "Kartini Kendeng", Ini Kata Dian Sastro

Pernyataan Dian atas aksi "Kartini Kendeng" bermula dari pertanyaan peserta dalam seminar "Spirit Kartini dalam Membangun Bangsa yang Mandiri, Kreatif, dan Berkarakter" di Jepara, Sabtu (16/4/2016).

Jawaban utuh Dian atas pertanyaan itu adalah,

"Saya kurang paham atas kasus tersebut dan belum mendalami duduk permasalahannya sehingga pengetahuan saya sangat terbatas dan belum tahu harus menjawab apa. Saya sangat prihatin dan sedih atas nasib ibu-ibu tersebut yang mempertaruhkan kesehatan. Di luar itu, saya jadi tertarik dan bertanya-tanya sendiri, apabila kasus ini sangat serius, kenapa yang berjuang hanya ibu-ibunya? Untuk kasus sebesar ini, bukankah seharusnya diperjuangkan secara bersama-sama antara lelaki dan perempuan ya? Apakah karena ini terlalu politis buat kaum laki-lakinya sehingga kaum perempuannya yang maju? Dan, apakah karena dalam hal ini, kaum perempuan tidak terikat dari segala hal yang berbau politik dan hierarki patrialis sehingga di luar hal-hal domestik yang dilakukannya, perempuan dianggap lebih bebas dan netral dalam mengungkapkan pendapat dan angkat bicara ya?" tulis Dian dalam pernyataannya yang dikirim kepada Kompas.com, Minggu (17/4/2016).

Dian kecewa atas kesalahan kutipan dalam pemberitaan tersebut. Akibat kesalahan itu, terkesan Dian tidak mendukung perjuangan ibu-ibu Kendeng.

"Lebih jauh lagi penulisan dalam Kompas.com memberi implikasi bahwa saya menyarankan perempuan hanya mengurusi hal domestik serta menyerahkan urusan politik ke pihak laki-laki. Ini tidak benar dan bertentangan dengan prinsip saya yang sangat menjunjung keseteraan jender dan pemberdayaan perempuan yang selalu saya perjuangkan dari dulu, baik melalui karya seni maupun dalam sikap laku sehari-hari," tulis Dian.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X