Tak Ada Tanda Bunuh Diri pada Prince

Kompas.com - 23/04/2016, 19:00 WIB
EditorIrfan Maullana


KOMPAS.com -- Polisi tidak menemukan tanda bunuh diri atau luka berat pada kematian bintang pop Prince Rogers Nelson. Namun, butuh waktu berpekan-pekan sebelum hasil otopsi memperlihatkan alasan sang pesohor meninggal, demikian keterangan resmi kepolisian AS.
 
Jutaan penggemar di dunia terkejut setelah mengetahui kabar bahwa musisi yang mempopulerkan lagu "Purple Rain" dan "When Doves Cry" itu ditemukan meninggal dalam usia 57 di elevator di rumahnya di pinggiran Minneapolis, Kamis (21/4/2016).

Sheriff Jim Olson yang sedang menyelidiki sebab kematian Prince, mengemukakan bahwa sang penyanyi masih hidup saat diantar oleh kenalan ke rumah sakit pada pukul 20.00, Rabu malam (20/4/2016).

"Tak ada luka di tubuhnya," kata Olson dalam konferensi pers.

"Kami tidak punya alasan untuk percaya bahwa ini adalah bunuh diri. Sisanya masih diselidiki," lanjutnya.

Bintang musik pop itu ditemukan tidak sadarkan diri di elevator di komplek Paisley Park Studios.

Olson enggan mengungkapkan apakah ada barang yang ditemukan polisi di rumahnya. Dia mengatakan, tidak ada orang lain yang ditemukan di tempat kejadian.

Pihak medis memeriksa mayat selama empat jam pada Jumat pagi, tetapi hasilnya belum keluar. Jenazah Prince dikembalikan ke keluarganya pada Jumat sore.

"Sebagai bagian dari pemeriksaan lengkap, informasi yang relevan terkait data medis dan sosial dari Nelson akan dikumpulkan. Hal lain yang bisa jadi relevan dengan investigasi akan dipertimbangkan," kata Olson dalam keterangan pers.

Belum ada informasi yang dirilis sebelum semua hasil otopsinya keluar. Pihak medis mengungkapkan, proses itu bisa memakan waktu beberapa hari dan hasil pindaian toksikologi bisa butuh berminggu-minggu.

Prince sempat diopname pekan lalu setelah pesawatnya mendarat darurat di Moline, Illinois, akibat flu, seperti yang dikatakan publisisnya di laman TMZ.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.