Film Animasi "Battle of Surabaya" Terjual di Cannes

Kompas.com - 15/05/2016, 19:51 WIB
EditorAti Kamil

CANNES, KOMPAS.com — Film animasi Battle of Surabaya laku dijual di Murse du film, pasar film internasional, dalam rangkaian Festival Film Cannes 2016 di kota wisata Cannes, Perancis, pada 11-22 Mei 2016.

"Battle of Surabaya sudah deal dan akan dipasarkan di berbagai negara, seperti di wilayah Asia Tenggara, India, Timur Tengah, dan Amerika Latin," kata produser dan juga penulis film tersebut, M Suyanto, kepada Antara, di Cannes, Sabtu (14/5/2016).

Battle of Surabaya menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek-arek Surabaya dan Tentara Keamanan Rakyat dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Suryanto, yang juga Ketua STMIK Amikom Yogyakarta, mengatakan bahwa film itu akan pula diputar di gedung bioskop di Malaysia dalam waktu dekat.

Film yang diproduksi oleh STMIK Amikom dan MSV Pictures serta telah dirilis pada September 2014 tersebut juga akan diputar di gedung bioskop di Timur Tengah dan Amerika Latin, dengan pemasaran oleh Silver Wolf International.

Selain film itu, ada film animasi Ajisaka. Film yang belum selesai diproduksi oleh STMIK Amikom dan MSV Pictures tersebut sudah dilirik oleh distributor film terkemuka di dunia, termasuk untuk film animasi The Art of Peace atau yang dikenal dengan Zheng He.

Film Battle of Surabaya mencetak beberapa prestasi, antara lain peraih People's Choice Award pada International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013 dan nomine Best Foreign Animation Award pada 15th Annual Golden Trailer Awards 2014.

Battle of Surabaya merupakan film animasi 2D, drama, aksi, dan sejarah Indonesia. Film itu juga merupakan karya perdana sutradara Aryanto Yuniawan.

Film tersebut menampilkan tokoh dan cerita fiktif, tetapi berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika Perang Surabaya 1945.

Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pengeboman Kota Hiroshima oleh pihak Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang.

"Indonesia merdeka, itu yang kudengar di RRI, Jepang menyerah!" kata Musa.

Namun, langit Surabaya kembali merah dengan peristiwa perobekan bendera Belanda, merah putih biru, menjadi bendera Indonesia, merah putih, serta  kedatangan pihak Sekutu yang ditumpangi oleh pihak Belanda.

Belum lagi, ada gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam, yang dilawan oleh Pemuda Republiken. (Zeynita Gibbons/Aditia Maruli)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.