Dewi Sandra: Hukuman Kebiri Terkesan Melawan HAM

Kompas.com - 28/05/2016, 15:44 WIB
Dewi Sandra di studio Dahsyat RCTI, Jakarta Barat, Minggu (15/5/2016) siang. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDewi Sandra di studio Dahsyat RCTI, Jakarta Barat, Minggu (15/5/2016) siang.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Dewi Sandra menilai bahwa hukuman kebiri sebenarnya bisa dibilang melanggar hak asasi manusia (HAM). Namun, ia tetap setuju hukuman itu dijatuhkan kepada pelaku kekerasan seksual.

"Saya sangat setuju dengan hal itu. Meskipun terkesan melawan hak asasi manusia (HAM)," ujarnya dalam wawancara di Global TV, Jakarta Barat, Jumat (27/5/2016).

Untuk diketahui, hukuman kebiri Hal termasuk pidana alternatif yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dewi menambahkan, selama ini hukuman terhadap mereka tidak cukup keras sehingga tak berhasil menimbulkan efek jera. Karena itu, pemain sinetron Catatan Hati Seorang Istri ini berharap hukuman kebiri bisa membantu mengurangi tindakan kekerasan seksual.

"Kalau hukumannya cukup keras, maka dia akan berpikir berkali-kali untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas. Apalagi di bawah umur," ujar Dewi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X