Didik Nini Thowok Menjadi Patung

Kompas.com - 06/06/2016, 15:11 WIB
Didik Nini Thowok KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKODidik Nini Thowok
EditorAti Kamil

LONDON, KOMPAS.com -- Sebagai seniman serba bisa, tak sulit buat penari Didik Nini Thowok bergaya menjadi patung, bersaing dengan patung lilin Arnold Schwarzenegger dan Bruce Willis. Ia dengan luwes berpose di antara kedua aktor laga tersebut.

"Saya lebih senang bintang film Bruce Willis. Kalau bermain film action, dia benar-benar total," katanya ketika mengunjungi museum Madame Tussauds di London, Selasa (31/5/2016) pekan lalu.

Penari yang sudah mengunjungi 38 negara itu tidak setuju jika orang yang masih hidup dibuatkan patungnya.

"Itu pamali. Tetapi, besok kalau sudah meninggalkan dunia ini, baru boleh," ujarnya sambil tersenyum.

Didik bersama dengan 12 penari berkunjung ke ibu kota Inggris, antara lain, untuk mempromosikan Bank Jateng Borobudur Marathon 2016.

Ajang lari jarak jauh ini merupakan perpaduan kegiatan olahraga dan pariwisata.

Keunikan lain, rute lari maraton berawal dari pelataran Candi Borobudur, berkeliling desa sekitarnya, dan berakhir di tempat awal lari.

Mengambil tempat di tepi Sungai Thames dengan latar belakang Tower Bridge, London, Didik tampil sebagai penari mengiringi tiupan saksofon Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno alias Nano Tirto.

Ratusan penonton menyambut hangat duet spontan yang berisi peragaan keahlian dua orang itu.

Borobudur Marathon 2016 akan digelar November mendatang. Ini adalah ajang tahunan yang diikuti para atlet lari tingkat nasional dan internasional. (SIE)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Juni 2016, di halaman 32 dengan judul "Menjadi Patung".



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X