Mengapa Saipul Jamil Hanya Diganjar Tiga Tahun Penjara?

Kompas.com - 14/06/2016, 20:51 WIB
Saipul Jamil hendak menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (14/06/2016). Saipul Jamil dinyatakan terbukti bersalah atas kasus pencabulan anak di bawah umur dengan jenis kelamin yang sama dan divonis hukuman pidana penjara selama 3 tahun. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISaipul Jamil hendak menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (14/06/2016). Saipul Jamil dinyatakan terbukti bersalah atas kasus pencabulan anak di bawah umur dengan jenis kelamin yang sama dan divonis hukuman pidana penjara selama 3 tahun.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menjatuhkan vonis penyanyi dangdut Saipul Jamil dengan hukuman tiga tahun penjara.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni tujuh tahun penjara. Mengapa?

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Ifa Sudewi menjelaskan alasan mengapa Saipul mendapatkan vonis tersebut.

"Menimbang bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan dan dengan mengingat adanya kekhususan mengenai perbuatan hukum yang dilakukan oleh terdakwa, yaitu perbuatan antara jenis kelamin yang sama," kata Ifa di ruang siang utama PN Jakarta Utara, Selasa (14/6/2016).

"Maka majelis berpendirian lebih memilih untuk membuktikan dakwaan alternatif ketiga pasal 292 KUHP. Dan jika tidak terbukti, barulah majelis akan membuktikan dakwaan penuntut umum selebihnya," tambahnya.

Dengan menggunakan pasal 292 KUHP tentang perbuatan pencabulan terhadap sesama jenis yang maksimal hukumannya lima tahun penjara, maka tuntutan tujuh tahun berdasarkan pasal 82 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tak bisa berlaku.

Ia juga mengungkapkan, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersifat alternatif, yakni menggunakan tiga pasal alternatif. Sehingga, berdasarkan ketentuan undang-undang, majelis hakim memiliki keleluasaan memilih langsung salah satu dakwaan untuk dibuktikan terlebih dahulu.

"Menimbang bahwa pasal 292 KUHP, unsur-unsurnya adalah... Pertama, orang dewasa; Kedua, melakukan perbuatan cabul; Ketiga, dengan orang belum dewasa dengan jenis kelamin yang sama yang diketahuinya atau patut diduga belum dewasa," ucap Ifa lagi.

Selain itu, ada pula beberapa hal yang meringankan Saipul sehingga ia tak dijerat dengan hukuman maksimal, melainkan hanya tiga tahun.

"Terdakwa berlaku sopan. Saksi korban sudah memaafkan terdakwa," ujar Ifa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X