Livi Zheng Cari Judul

Kompas.com - 08/08/2016, 18:24 WIB
Livi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger asal Indonesia, berpose di sela sesi wawancara oleh Kompas.com, Jakarta, Jumat (30/10/2015). Brush with Danger akan menjadi film layar lebar perdana arahan sutradara kelahiran Indonesia yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat tersebut. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOLivi Zheng, sutradara, produser, dan bintang film Brush with Danger asal Indonesia, berpose di sela sesi wawancara oleh Kompas.com, Jakarta, Jumat (30/10/2015). Brush with Danger akan menjadi film layar lebar perdana arahan sutradara kelahiran Indonesia yang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat tersebut.
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah sukses menyutradarai Brush with Danger akhir 2014 dan mendapat sambutan luas di Amerika Serikat, Livi Zheng (27) mempersiapkan film terbarunya.

"Shooting dan lain-lainnya sudah selesai. Sekarang tinggal tunggu editing dan visual effect di AS. Tapi, sampai sekarang saya belum punya judul film yang pas," ujar perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur, yang tinggal di AS ini, Kamis (4/8/2016).

Sambil berlibur di Jakarta, Livi terus mencari judul untuk film barunya yang berkisah tentang seorang petarung laki-laki yang mencari pembunuh kakaknya hingga bertualang ke AS.

"Ada hampir 100 usulan judul yang sudah saya inventarisasi, tetapi belum ketemu," tambah Livi yang menyelesaikan pendidikannya di Jakarta, Banten, Tiongkok, hingga kuliah di Seattle dan California, AS.

Untuk film barunya tersebut, kali ini perempuan multitalenta-sutradara, produser, artis, penulis cerita, hingga stuntwoman-ini tak ikut bermain.

"Saya minta adik saya, Ken, yang menjadi pemeran utama. Saya cukup jadi sutradaranya saja," tutur anak nomor dua dari tiga bersaudara pasangan Gunawan dan Lily ini.

Sebelum kembali ke AS, Livi nyambi meriset salah satu kegiatan budaya lomba karapan sapi, yang menjadi tradisi rutin masyarakat Madura.

"Kalau ini jadi, inilah film pertama yang saya buat dengan latar belakang budaya Indonesia," papar Livi. (HAR)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 8 Agustus 2016, di halaman 32 dengan judul "Cari Judul". 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X