Film Bisu "Setan Jawa" Karya Garin Nugroho Akan Diputar di Australia

Kompas.com - 22/08/2016, 17:26 WIB
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Film bisu Setan Jawa karya Garin Nugroho akan ditayangkan perdana di Opening Night of Asia Pacific Triennial of Performing Arts di Melbourne, Australia, pada Februari 2017.

Gamelan dan orkestra akan mengiringi pemutaran film bisu bertema pesugihan tersebut di hadapan para penonton.

Sebelum dipertontonkan di Australia, Setan Jawa akan diputar di Gedung Teater Jakarta , Cikini, pada 3-4 September 2016. Dan khusus di Jakarta, hanya alunan gamelan yang akan mengiringi pemutaran film itu.

"Tahun ini genap 35 tahun saya berkarya. Saya ingin membuat karya terobosan dan mengajak anak muda membuat terobosan baru di dunia film," kata Garin dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Seni sastra, tari, musik dan visual melebur dalam film bisu yang terinspirasi era 1920-an dan 1930-an itu. Sebanyak 20 pengrawit andal memainkan orkestra gamelan yang mengiringi pemutaran Setan Jawa.

Garin berkolaborasi dengan musisi Rahayu Supanggah, yang sebelumnya bekerja sama dengan dia dalam proyek "Opera Jawa".

Cinta dan tragedi

Setan Jawa berkisah tentang cinta dan tragedi kemanusiaan dengan latar waktu awal abad ke-20.

Ceritanya, pemuda desa miskin Setio (Heru Purwanto) jatuh cinta pada Asih (Asmara Abigail), putri bangsawan Jawa. Namun lamarannya ditolak lantaran ia tidak berharta.

Setio kemudian meminta bantuan kepada iblis lewat "Pesugihan Kandang Bubrah" agar bisa cepat kaya sehingga bisa melamar Asih.

Mereka akhirnya menikah dan hidup bahagia di rumah Jawa yang megah.

Saat mengetahui suaminya terlibat pesugihan, Asih menemui Setan Jawa (Luluk Ari) untuk meminta pengampunan agar sang kekasih tidak menjadi tiang penyangga rumah saat ajalnya tiba.

Namun setan itu kemudian jatuh cinta pada Asih. Setan berjanji mengampuni Setio asalkan Asih mau merelakan tubuhnya untuk dia.

Garin mengaku mengangkat tema pesugihan karena belum banyak film mistik yang menawarkan cerita sejenis itu.

"Dalam tema itu ada magic realism, saya ambil seninya," kata Garin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.