Nikita Mirzani Masih Trauma Bicara soal Polisi

Kompas.com - 11/09/2016, 21:12 WIB
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Nikita Mirzani enggan berbicara tentang polisi. Alasannya, ia masih merasa trauma.

Hal itu terungkap ketika ia menghadiri jumpa pers pengumuman jumlah penonton Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 di XXI Blok M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Ketika itu Tora Sudiro meminta tanggapannya tentang pembajakan film tersebut. Namun Indro Warkop menyeletuk. 

"Aku tahu Nikita diam nih. Pasti dia masih trauma sama polisi-polisi," ujar Indro.

"Aku memang agak trauma kalau ngomongin soal yang polisi-polisi. Tapi ya mudah-mudahan kasus pembajakan ini cepat selesai," kata Nikita.

Ucapannya langsung disambut tawa para bintang Warkop DKI Reborn, seperti Tora, Abimana Aryasatya, Vino G Bastian, dan Indro.

Karena Nikita tidak memberi jawaban jelas, Vino langsung mengungkapkan pendapatnya.

Ia setuju dengan langkah Falcon Picutres yang melaporkan pembajakan film Warkop DKI Reborn.

"Kalau dari kami tidak kasih shock therapy, enggak akan bagus ke depannya. Semoga polisi juga bisa membuktikan bahwa mereka tidak main-main. Tangkap dan diproses," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.