Paduan Suara Mahasiswa IPB Cetak Prestasi di Irlandia Utara

Kompas.com - 01/11/2016, 11:47 WIB
Paduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara tampil pada malam penutupan The 4th City of Derry International Choral Festival di Kota Derry, Irlandia Utara, pada 19 - 23 Oktober 2016 Dokumentasi PSM IPB Agria SwaraPaduan Suara Mahasiswa IPB Agria Swara tampil pada malam penutupan The 4th City of Derry International Choral Festival di Kota Derry, Irlandia Utara, pada 19 - 23 Oktober 2016
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Paduan suara mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Agria Swara, baru-baru ini mencetak prestasi di Kota Derry, Irlandia Utara.

Mereka memenangi The 4th City of Derry International Choral Festival untuk kategori tunggal mix choir yang digelar pada 19 - 23 Oktober 2016 lalu.

Memperoleh piala bergilir Oak Tree, Agria Swara berhasil menggeser Chamber Choir of Mannheim University of Music (Jerman), Mornington Singers (Irlandia), Erkel Ferenc Mixed Choir (Hongaria, Wellensian Consort (Inggris), dan Poznan University of Technology Choir "Volantes Soni" (Polandia).

Dalam kompetisi tersebut, Agria Swara menyanyikan lagu "Bungong Jeumpa" (Aceh) dan "Irish Lullaby" (Irlandia Utara), dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Tak hanya itu, Agria Swara juga membawakan tiga dari 23 lagu yang disediakan oleh panitia festival, yakni Unser Keiner Lebet Sich Selber (lagu klasik abad pertengahan 17) karya Heinrich Schutz, Readymade Alice (lagu kontemporer) karya Peettu Haapanen, dan Gloria Patri (lagu religius) karya Budi Susanto Yohanes.

"Detik-detik pengumuman sangat heroik dan penuh tangis gembira. Lambaian merah putih ikut mengiringi penyerahan trofi dari Panitia kepada Pelatih Agria Swara, Arvin Zeinullah," kata Pembina Agria Swara, Agus Lelana, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (31/10/2016).

Pelatih Agria Swara, Arvin Zeinullah, menambahkan bahwa kompetisi internasional paduan suara di Irlandia Utara ini memiliki sistem seleksi yang ketat, persyaratan yang rumit, serta dewan juri yang direkrut dari penjuru dunia.

Arvin menjelaskan, aspek penilaian juga "super ketat". Paduan suara betul-betul harus harmonis, suara dan intonasi harus diekspresikan setiap penyanyi sesuai dengan karakter lagu, konduktor harus mampu memilih lagu, dan lainnya.

"Pentingnya membangun suasana batin, kedisiplinan dan kekeluargaan. Ini penting karena pesertanya adalah mahasiswa yang setiap tahun berganti, berbeda dengan kelompok paduan suara lainnya yang talenta anggotanya bisa terus ditingkatkan," ucap Arvin.

Untuk itu, Agria Swara melakukan latihan dari pukul 18.30 hingga 21.30 WIB setiap hari. Kemudian, mereka juga berlatik intensif di Carrowmena Activity Center, Irlandia Utara.

Prestasi internasional ini bukan yang pertama bagi Agria Swara.

Mereka pernah meraih Golden Diploma and Mixed Choir competition and Male Choir competitions dalam Remini International Choir Competition di Italia tahun 2009.

Selain itu mereka mendapatkan 3rd prize pada Montreux Choral Festival di Swiss pada 2014, dan memperoleh 3rd prize pada International Choir Contest of Flanders-Maasmechelen, Belgium, 2015.

Sebelumnya, Agria Swara juga meraih Golden Diplome sekaligus juara terbaik dalam kategori mixed Choir di Budapest, Hungaria pada tahun 2007, serta P.E.A.C.E Trophy di The 60th Cork International Choral Festival pada 2014.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X