Apa yang Bikin Raisa "Ngegemesin" saat Tampil di Panggung?

Kompas.com - 27/11/2016, 08:12 WIB
Penyanyi Raisa melantunkan lagu-lagu hitsnya dalam konser tunggal bertajuk 'Raisa Pemeran Utama, Live in Concert' di DBL Arena, Surabaya, Minggu (15/11/2015). SURYA / AHMAD ZAIMUL HAQPenyanyi Raisa melantunkan lagu-lagu hitsnya dalam konser tunggal bertajuk 'Raisa Pemeran Utama, Live in Concert' di DBL Arena, Surabaya, Minggu (15/11/2015).
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.comRaisa Andriana, pelantun "Terjebak Nostalgia", tak jarang membuat penonton gemas ketika dia berada di atas panggung. Dia pun membuat pengakuan soal penampilannya itu.

"Ke sini-sini (saya memang) semakin feminin, karena semakin terekspos dengan (busana) yang lucu-lucu, yang gemes-gemes," ujar Raisa dikutip dari Kompas.com, Kamis (10/11/2016).

Saat konser, lanjut Raisa, muncul keinginan untuk berdandan serta memakai dress. Menurut dia, gaya feminin tersebut ditularkan oleh teman-teman wanitanya yang punya cara berpakaian serupa.

Meski begitu, gaya menggemaskan Yaya, panggilan akrabnya, ini hanya sebatas di panggung. Ia mengaku malah cenderung memilih busana kasual dalam kesehariannya.

"Fashion sehari-hari saya biasanya jeans dan atasan. Kalau pun pakai dress, (modelnya) yang simple dan enggak terlalu neko-neko," kata Raisa dilansir Kompas.com pada hari yang sama.

Kaos, kemeja, dan celana jeans menjadi pilihan utama penyanyi berzodiak Gemini itu. Ia pun lebih menggemari pakaian berwarna netral, seperti hitam, putih, abu-abu, atau pastel.

Meski punya dua gaya berlainan, bukan berarti Raisa menjadi orang lain di setiap penampilan. Dia pun mengaku tak suka "ribet" ketika beraktivitas.

"Gayaku penuh dengan simplicity. Sangat kasual, sangat comfortable, wearable," ujar Raisa.

Penyanyi sejuta bakat

Membicarakan Raisa, penampilan seharusnya menjadi hal paling terakhir untuk dibahas. Pasalnya, wanita kelahiran 6 Juni ini punya segudang prestasi dan kemampuan yang tak habis-habis bila disebutkan.

Ia pertama kali dikenal pecinta musik Indonesia pada 2010 lewat lagu “Serba Salah”. Single ini kemudian membawanya tampil di berbagai panggung besar Tanah Air, seperti Java Jazz Festival 2011.

Setahun setelah mengeluarkan debut lagu tersebut, Raisa menelurkan album perdana "Self Titled". Karya ini langsung laris manis di pasaran dan hampir seluruh lagu di dalamnya sukses.

KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Raisa dalam peluncuran album Handmade di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016) sore.

Berkat tembang “Apalah Arti Menunggu”, Raisa masuk dalam nominasi Penyanyi Wanita Terbaik di Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2012.

Pada malam yang sama, ia membawa pulang dua piala lainnya, yaitu sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terbaik dan pemilik Grafis Desain Album Terbaik.

Prestasi Yaya pun tak berhenti di sana. Ia terus berkembang sebagai penyanyi sekaligus musisi.

Di album keduanya "Heart to Heart", ia juga berperan sebagai produser dan pencipta lagu. "Let Me Be" dan "Teka-Teki" adalah dua tembang yang ia tulis sendiri.

"Kemampuan saya sudah berkembang... Kemampuan vokal saya (juga) sudah dewasa. Sebagai musisi, saya banyak belajar dari album pertama," tutur Raisa, seperti dilansir Kompas.com, Jumat (28/2/2104).

Usaha kerasnya mengerjakan album tersebut terbayar dengan memenangkan tiga penghargaan sekaligus di ajang Indonesian Choice Award 2014. Ia menyabet Female Singer of the Year, Album of the Year, dan Song of the Year untuk lagu "Pemeran Utama".

Tahun ini, Raisa semakin mengukuhkan posisinya sebagai musisi muda berbakat Tanah Air. Ia merilis album ketiga bertajuk Handmade.

Sembilan dari 11 lagu dalam album tersebut dia ciptakan sendiri. Dari album ini, Raisa mengaku mendalami banyak materi serta aransemen baru.

"Handmade jauh lebih memorable. Sudah tiga tahun penantian, jadi udah enggak sabar banget bawain album baru. Enggak sabar buat nunjukin pendewasan aja," tutur Raisa yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/4/2016).

Lewat Handmade pula, Yaya sukses mewujudkan impian melakukan tur solo perdana. Ia melakukannya secara beruntun di lima kota sekaligus, yaitu Bandung, Solo, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Pendewasaan musik Raisa tersebut turut diakui oleh dunia musik Indonesia. Ia meraih penghargaan terbanyak dalam AMI 2016. Album Pop Terbaik, Karya Produksi Kolaborasi Terbaik—duet bersama Afgan—, serta Kolaborasi Pop ada di antaranya.

Seperti dimuat Kompas.com, Kamis (29/9/2016), ia mengaku kehabisan kata ketika namanya terus dipanggil. Malam itu, Yaya mengantongi pula piala Album Terbaik Terbaik, Karya Produksi Terbaik Terbaik, dan Artis Wanita Terbaik Terbaik.

"Penghargaan ini buat semua tim saya. Alhamdulillah, saya punya label sendiri sekarang, (namanya) Juni Records. Kami bekerja keras bikin album ini," tutur Raisa.

KOMPAS.COM/DIAN REINIS KUMAMPUNG Vokalis Raisa Andrianinsaat diabadikan di kawasan Seminyak, Bali, Minggu (24/4/2016).

Di sela waktunya mempromosikan album terbaru, Yaya mendapatkan berbagai tawaran untuk berduet dengan penyanyi-penyanyi berkelas internasional. Ia rencananya akan bernyanyi bersama grup vokal Boyz II Men pada Desember mendatang.

Tak hanya itu. Sebelumnya, ia pernah berduet dengan Peabo Bryson, musisi kawakan asal AS. Mereka melantunkan "Beauty and The Beast" dan "A Whole New World" pada Agustus lalu.

"Dia penyanyi luar biasa!!! A true legend... Mudah-mudahan aku punya karier yang panjang seperti Peabo Bryson," tutur Raisa, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (24/6/2016).

Tak hanya nyanyi

Selain berdendang dengan suara merdunya, Raisa ternyata punya jiwa bisnis. Ia dan teman-teman membuka kedai kopi di Bali. Nama kedainya, Titik Temu.

"Nanda salah satu pemiliknya orang Bali, dan di sini ada kesempatan dan pasar yang besar banget. Kemarin saja sudah banyak pengunjung, padahal baru soft opening," ucap Raisa, dikutip dari Kompas.com, Selasa (26/4/2016).

Di coffeeshop itu, Raisa menyalurkan kegemarannya dalam bidang interior dekor. Titik Temu dinilainya memiliki karakter tersendiri, mulai dari konsep pemesanan serta rancangan interior.

"Kalau ini, aku cukup percaya diri. Tempatnya oke, pasarnya bagus, apalagi teman-teman yang mengelola juga orang sini dan tahu medan," ucapnya.

Di luar nyanyi dan bisnis, Yaya juga melebarkan sayap ke dunia akting. Ia membintangi film berjudul Terjebak Nostalgia bersama artis peran Chicco Jerikho.

Sayangnya, film tersebut batal tayang di bioskop Tanah Air. Film ini hanya sempat diputarkan di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Jakarta, pada Jumat (12/2/2016).

KOMPAS.com/Anne Anggraeni Fathana Raisa "selfie" dengan pose senyum manis yang diambil dengan ponsel Oppo F1s dalam acara Oppo Selfie Fest di ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/11/2016).

Meski begitu, penggemar Yaya tetap bisa melihat kemampuan seni peran penyanyi ini di layar kaca. Ia kerap membintangi iklan dan membuat beberapa film pendek untuk promosi beberapa merek terkenal.

Salah satunya, Raisa muncul dalam iklan ponsel Oppo. Baru-baru ini, ia pun terpilih untuk mempromosikan produk ponsel kamera buatan produsen itu dan menjadi Selfie Expert Member terbaru.

"Fitur (di ponsel kamera ini) yang membantu untuk aktivitas aku sehari-hari adalah touch access. Aku bisa cepat waktu membuka handphone," ucap Yaya dalam sesi pemotretan seri F1s.

Menurut Yaya, ponsel ini juga memiliki kamera beresolusi bagus dan jernih. Selain kamera, ia menyukai pula desain sleek dan elegan dari ponsel itu.

Ia mengaku suka pula pada fitur beautify 4.0 di ponsel kamera tersebut. Lewat fasilitas ini, ia bisa mengambil selfie natural, terutama ketika sedang ingin bergaya menggemaskan.

Wajar kan, kalau orang-orang pun gemas saat melihat dia tampil di panggung?

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X