Annisa Pohan: Saya Senang dengan K-pop

Kompas.com - 15/12/2016, 13:39 WIB
Annisa Pohan menghadiri perayaan hari ulang tahun yang ke-2 putri pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty Siddik, Arsy Addara Musicia Nurhermansyah, di Rumah Yatim, Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanAnnisa Pohan menghadiri perayaan hari ulang tahun yang ke-2 putri pasangan artis Anang Hermansyah dan Ashanty Siddik, Arsy Addara Musicia Nurhermansyah, di Rumah Yatim, Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembawa acara Annisa Pohan mengunggah sebuah foto personel boyband Big Bang, G-Dragon, lewat akun Instagram @annisayudhoyono miliknya. Tak disangka, hal itu justru memicu kemarahan penggemar G-Dragon di Indonesia.

Pasalnya, foto tersebut dianggap netizen sarat akan kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam foto tersebut, G-Dragon berpose dengan menutup mulutnya dengan jari telunjuk.

Annisa lantas angkat bicara untuk meluruskan masalah ini ketika ditemui di sela acara perayaan HUT ke-2 putri penyanyi Ashanty Siddik, Arsy Addara Musicia Nurhermansyah, di Rumah Yatim, Kemang Utara, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2016).

Annisa mengatakan, foto yang ia unggah tersebut bukan sebagai bentuk kampanye untuk mendukung suaminya, Agus Harimurti Yudhoyono, pada Pilkada DKI Jakarta. Annisa punya pandangan sendiri mengenai pose G-Dragon dalam foto yang ia unggah.

"Yang kemarin saya posting itu hanya menyuarakan satu, kita Bhinneka Tunggal Ika. Kita semua satu. Saya di situ tidak sebut nama suami saya atau meminta mereka memilih suami saya," ujar dia.

"Karena saya senang sama K-pop, salah satunya adalah Big Bang. G-Dragon kan salah satu ikon di Asia dan bahkan dunia. Jadi saya suka posting mereka. Tidak ada sedikitpun kata-kata kampanye," lanjut dia.

Gara-gara hal tersebut, Annisa mengaku diolok-olokan di media sosial. Ia juga menyayangkan pemberitaan dari salah satu media daring Tanah Air yang tidak berimbang dalam memberitakan.

"Cuma melalui socmed saya rasa tidak tepat. Karena komentar itu kebanyakan sebenarnya dari buzzer. Saya posting sudah lama baru beberapa hari kemudian heboh di media," ucapnya.

Annisa menyadari bahwa media sosial rentan terhadap pro dan kontra. Ia pun akan berhati-hati untuk menggungah konten pada media sosial miliknya di kemudian hari.

"Enggak kapok. Saya posting lagi tanpa caption juga masih bisa. Kan enggak ada maksud apa-apa," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X