Mengintip "Cek Toko Sebelah"

Kompas.com - 05/01/2017, 21:49 WIB
Ernest Prakasa menggelar peluncuran trailer film Cek Toko Sebelah yang disutradarainya di Comic Shop, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANErnest Prakasa menggelar peluncuran trailer film Cek Toko Sebelah yang disutradarainya di Comic Shop, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016).
EditorIrfan Maullana

G: Lo sudah berhasil membuat film pertama, merasakan segala proses dan hasilnya. Kira-kira apa yang berbeda dari film kedua lo?

E: Pada saat Ngenest itu gue sama sekali buta soal sinematografi—like literally buta. Gue baca buku. Tapi hal-hal sesimpel apa efek dari track-in dan track-out aja gue enggak tahu. Co-dir gue pernah nanya, “Ini mau track-in apa track-out?” Gue malah nanya balik, “Apa bedanya?” [Tertawa].

Baru setelah selesai Ngenest gue belajar lagi tuh. Kayak di YouTube kan ada video macem Every Frame is Painting kan—itu gue tonton satu-satu. Dan dari situ, ternyata gue belajar banyak. Jadi untuk film kedua ini, gue udah ada kemajuan lah. Paling enggak, sekarang gue udah punya visual-treatment. Gue udah nentuin tracking-nya kayak gimana, detail foreground dan background-nya, dan lain-lain. Semuanya pun ada alasannya.

G: Setelah melalui itu semua, buat lo film yang baik itu kayak gimana sih?

E: Pertanyaannya simpel, tapi jawabnya susah. Gue mungkin jawab dari dua segi kali ya. Pertama, kalau terkait idealisme, film yang baik adalah film yang hasil akhir sama ide awal itu sejalan. Kayak misalnya gue nonton Selamat Pagi, Malam. Itu menurut gue, Lucky [Kuswandi] dari awal ya pasti membayangkannya begituse-raw dan uncomfortable itu.

Kedua, kalau dari segi lebih umum, menurut gue ... Ini beda nih. Biasanya kan sutradara itu paling sebel kalau ditanyakan soal pesan moral. "Kenapa sih harus ada pesan moral?" Menurut gue, pesan moral itu memang enggak harus. Tapi kan lo bikin sesuatu yang effort-nya minta ampun capeknya, dan berpotensi ditonton jutaan orang. Kalau bisa ada pesan yang baik, ya why not? (Raksa Santana)

Artikel ini sebelumnya tayang di Ruang Gramedia.com dengan judul "Mengintip Cek Toko Sebelah" pada 14 Desember 2016.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X