Radhar, Melembutkan yang Garang

Kompas.com - 29/01/2017, 16:30 WIB
Marcella Zalianty dijumpai sesudah ambil bagian dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017) sore, mengenai pertunjukan puisi teaterikal Istana Manusia. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMarcella Zalianty dijumpai sesudah ambil bagian dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017) sore, mengenai pertunjukan puisi teaterikal Istana Manusia.
EditorAti Kamil

Radhar membaca puisi itu dengan busana seolah koki, sambil memasak. Dia sekenanya saja mencacah kol, menumis wortel, dan memasukkannya ke dalam air yang dia jerang.

Di akhir puisinya, Radhar membanting pisau disusul gambar percikan darah di latar belakang panggung. Adegan itu sebagai simbol betapa rakyat selalu menjadi mainan penguasa.

Hari-hari ini, permainan itu antara lain terkuak ketika Hakim Konstitusi Patrialis Akbar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dugaan kasus suap.

Lebih banyak orang yang tega daripada iba kepadanya. Inilah yang disebut Radhar sebagai tontonan.

Apakah rakyat tidak marah? Rakyat marah, tetapi sering kali tidak menemukan saluran yang pas.

Mereka butuh katarsis untuk menyalurkan energi marah yang demikian memuncak itu.

Pada saat itu, rakyat malah sering terjebak oleh elite politik yang sibuk menebar janji demi kekuasaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dinda Kanya Dewi secara satire lewat "Kampanye Hari Ke-5" menjabarkan cara politisi membela rakyat dengan cara seolah-olah. Membangkitkan semangat rakyat untuk melawan yang ujung-ujungnya demi keuntungan si elite politik.

Kemunafikan dan muka dua menjadi tabiat bagi para penguasa. Mereka memasang wajah tanpa dosa dan bahkan seperti penghuni surga.

Padahal, kelakuan tak jauh lebih suci daripada mucikari pinggiran kota. Ini serupa gambaran dalam "Kamar 608 Hotel M" yang dibaca Prisia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.