Radhar, Melembutkan yang Garang

Kompas.com - 29/01/2017, 16:30 WIB
Marcella Zalianty dijumpai sesudah ambil bagian dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017) sore, mengenai pertunjukan puisi teaterikal Istana Manusia. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMarcella Zalianty dijumpai sesudah ambil bagian dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2017) sore, mengenai pertunjukan puisi teaterikal Istana Manusia.
EditorAti Kamil

//ahh...denting anggur memecah merdu/melon kristina. tubuh mengilap tanpa kain/tanpa sungkan berenang di ranjang: "pagi ini, kita tentukan kepala keuangan, malam nanti kita ketuk palu presiden, mitnait, haus musik dan janda sinetron"//dan besok pagi, upacara agama" hahaha...."//.

Rakyat ditipu habis-habisan oleh mereka. Orang-orang istana makin kaya, sementara di bawah sana tersisa ribuan Misna.

"Yang Sisa di Daster Misna" bercerita tentang Misna perempuan berusia 36 tahun yang harus menghidupi diri dan kedua anak belianya, Lili (6) dan Tata (4).

Mereka tinggal di rumah dengan atap yang runtuh, lantai terjungkit, dan dapur tersedak.

Ketika kesulitan hidup tak mampu lagi dia panggul, Misna membuka dasternya untuk, "dedemit yang tersenyum di lipatan lemak 83 kilo, bau nikotin, dan air liur peradaban tua".

Dia rela mengoyak harga dirinya demi kedua anaknya. Sementara para manusia Istana menjalani hidup dengan biaya serba ekstra.

"Bahkan kertas tisyu, harga sebulan susu anakku," kata Maudy saat membaca "Di Toilet Istana".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Membunuh bosan
Bisa dibayangkan menonton pembacaan 20 puisi selama hampir dua jam. Bagi penonton yang tak begitu suka dengan rima berpotensi dibelit bosan menonton Manusia Istana.

Apalagi, bahasa puisi-puisi Radhar cenderung filosofis yang maknanya tak bisa ditangkap begitu saja. Radhar sangat sadar itu sehingga meramunya dengan beberapa variasi pemanggungan.

Peran Azis Dyink sebagai penata cahaya, Yandi pada visual maping, dan Aidil Usman pada tata artistik sangat menentukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.