Fajar Nugros Ibaratkan "Jakarta Undercover" seperti "Batman"

Kompas.com - 31/01/2017, 19:23 WIB
Fajar Nugros sutradara film Jakarta Undercover saat berpose di  Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (31/1/2017). KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIFajar Nugros sutradara film Jakarta Undercover saat berpose di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (31/1/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan hal yang tabu sebuah film yang pernah dibuat kembali diproduksi dengan interpretasi berbeda. Demikian pendapat sutradara Fajar Nugros mengenai film terbarunya, Jakarta Undercover, yang sudah pernah diangkat ke layar lebar 10 tahun lalu.

Fajar mengibaratkan film adaptasi buku karya penulis Moammar Emka itu layaknya film-film pahlawan super Hollywood yang memiliki banyak versi.

"Sudah difilmkan bukan berarti enggak boleh difilmkan lagi. Kayak di Hollywood saja, Batman, setelah Michael Keaton terus dibuat lagi sama Joel Schumacher. Selesai itu dibikin lagi oleh Christopher Nolan," katanya saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Masih menurut Fajar, sebuah cerita yang diadaptasi dari novel, komik, atau naskah asli film, layak untuk terus hidup dan dilestarikan dari masa ke masa. Begitupun dengan Jakarta Undercover yang menyingkap sisi lain Ibu Kota.

"Jadi dia tetap hidup sebagai sebuah karya dan media visual baru. Pada saat dijadikan karya baru, tentu ada terjemahan baru," ujar Fajar.

"Jakarta Undercover ini, film pertamanya adalah terjemahan pertama dari literatur itu kan. Nah, yang ini terjemahan baru dari literatur itu," tambahnya.

Fajar menambahkan, ada banyak hal baru yang belum pernah diangkat film Jakarta Undercover terdahulu. Sudut pandang berbeda akan muncul dalam versi yang baru.

"Kami sesuaikan dengan sesuatu yang baru dengan kegelisahan-kegelisahan baru. Kalau kontennya mungkin sama karena mengangkat dunia malam Jakarta. Tapi cara bertutur, karakternya, bagaimana mereka hidup, jalinan cerita itu beda," katanya.

Rencananya, film Jakarta Undercover ini akan tayang perdana pada 23 Februari 2017. Sederet artis peran papan atas terlibat dalam film ini, di antaranya Oka Antara, Agus Kuncoro, Lukman Sardi, Tio Pakusadewo, Baim Wong, Ganindra Bimo, dan Richard Kyle. Selain mereka, masih ada artis pendatang baru Tiara Eve dan Nikita Mirzani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X