Joey Alexander Tak Persoalkan Dapat Penghargaan Grammy atau Tidak

Kompas.com - 10/02/2017, 13:00 WIB
Joey Alexander dalam konsernya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2016). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJoey Alexander dalam konsernya di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/5/2016).
EditorAti Kamil

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Pergelaran penghargaan industri musik terbesar AS, Grammy Awards 2017, akan diadakan di Staples Center, Los Angeles, California, AS, pada Minggu (12/2/2017) waktu setempat.

Salah seorang pemusik yang akan memperebutkan penghargaan itu adalah Joey Alexander, pianis berusia 13 tahun dari Bali, Indonesia.

Pada Grammy Awards 2017, Joey menjadi nomine kategori Best Improvised Jazz Solo dengan lagu "Countdown" karya John Coltrane dari album kedua Joey, Countdown, yang dirilis pada 2016.

Pada 2016, ia mencatat rekor. Ia menjadi pemusik termuda, 12 tahun, yang meraih nominasi kategori jazz, serta menjadi orang Indonesia pertama yang meraih dua nominasi Grammy Awards.

Dalam wawancara dengan VOA di Los Angeles pada Rabu (8/2/2017) waktu setempat, Joey mengenang momen yang tak terlupakan ketika mengetahui dirinya menjadi nomine tahun lalu.

"Saya ingin cerita sedikit. Sewaktu saya dinominasikan pertama kalinya, dua nominasi, tahun lalu, saya sedang berada di Connecticut (AS) di rumah kerabat saya. Produser saya, Jason Olaine, yang mengabarkan bahwa saya dinominasikan. Tapi, saya belum tahu. Orangtua saya yang kemudian memberitahu saya. Tentu saja saya sangat terkejut. Saya yakin ini semua berkat Tuhan. Saya bisa berada di sini, bermain musik, karena Dia," tutur Joey.

Tahun lalu remaja kelahiran Denpasar, Bali, ini masuk nominasi untuk kategori-kategori Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album. Bukan itu saja, ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang tampil di panggung Grammy Awards.

Meskipun ketika itu pulang dengan tangan hampa, ia berpeluang lagi untuk menang tahun ini.

"Saya sangat bersyukur dinominasikan lagi, diakui oleh Grammy, dan sebagai orang Indonesia saya sangat bangga," kata pria belia yang belajar piano sejak kecil dari ayahnya ini.

Pesaingnya dalam Grammy Awards 2017 adalah John Scofield, Brad Mehldau, Fred Hersch, dan Ravi Coltrane, putra mendiang ikon jazz John Coltrane.

Meski berpeluang menang, dengan rendah hati Joey mengatakan bahwa ia tidak terlalu memikirkan hasilnya.

"Saya tidak memikirkan menang atau tidak, karena dinominasikan saja sudah berkah buat saya," ujar Joey, yang akan menjalani tur ke Indonesia akhir 2017.(Vina Mubtadi/Yogi Leksono)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X