Bekraf Akan Ajukan Ambon sebagai "City of Music" ke Unesco

Kompas.com - 10/03/2017, 16:55 WIB
Deputi Bekraf Ari Juliano usai menghadiri bincang-bincang Musik Bagus di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan,  Kamis (9/3/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDeputi Bekraf Ari Juliano usai menghadiri bincang-bincang Musik Bagus di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2017) sore.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengajukan Ambon sebagai city of music atau kota musik ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco).

"2019 kami submit ke Unesco," kata Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano kepada Kompas.com di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Kamis (9/3/2017).

Setelah itu, biasanya Unesco melakukan tinjauan terlebih dulu untuk melihat apakah kota itu layak dicanangkan sebagai kota musik dunia atau tidak.

"Kalau sudah siap, maka nanti akan diakui," ujar Ari.

Sebenarnya sudah sejak 2011, Ambon dideklarasikan sebagai Kota Musik. Lalu mengapa baru akan diajukan ke Unesco pada 2019?

Itu karena Ambon masih terus butuh berbenah diri dari segi pembangunan infrastruktur, contohnya studio rekaman, maupun sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan musik.

"Secara bertahap pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah menuju ke arah sana. Sebanyak 25 rencana aksi telah disusun," kata Ari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Satu hal yang membuat Ambon layak dijuluki city of music adalah kota tersebut melahirkan banyak penyanyi berkualitas sejak tahun 1970-an, kata Ari.

Misalnya, Bob Tutupoly, Harvey Malaiholo, Ruth Sahanaya, Utha Likumahuwa, Glenn Fredly, Melly Goeslaw, dan lain-lain.

Apabila dinobatkan Kota Musik Dunia, Ambon akan bisa masuk dalam jaringan kota reatif internasional atau creative city network yang diakui Unesco.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X