Main Film Horor Lagi, Lia Waode Harus Menahan Diri

Kompas.com - 26/04/2017, 22:27 WIB
Lia Waode diabadikan usai konferensi pers film The Curse di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGLia Waode diabadikan usai konferensi pers film The Curse di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Lia Waode mengaku memiliki tantangan berbeda ketika terlibat dalam film horor The Curse. Bukan soal akting ketakutan atau menyeramkan, melainkan menahan diri untuk tidak berakting konyol.

"Tantangannya aku enggak bisa ngelucu, biasanya kan komedi. Di situ harus jadi cewek lembut hehehe, iya kebalikan (dari sifat asli)," ucap Lia dalam konferensi pers di Djakarta Theatre XXI, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

Kendati selalu bermain dalam film-film horor, Lia tetap tak bisa meninggalkan genre komedi. Sebab, dari situlah ia lahir hingga dikenal di jagat hiburan Tanah Air.

Sebagai informasi, Lia mengawali karier lewat acara komedi Lenong Bocah. Namun, saat melakukan debut film, ia justru bermain dalam genre horor, yakni Suster Ngesot pada 2007 lalu, sebelum melakoni film Angker (2014), Misterius (2015), dan terakhir The Curse.

"Dari awal aku main film, semua horor. Enggak tahu mukaku yang horor atau gimana ya, nerima aja sih. Tapi aku enggak akan ngelepas komedi karena aku besar dari komedi. Mereka juga akan tahu Lia Waode itu komedi," ujar Lia.

Film The Curse berkisah tentang Shelina (Prisia Nasution), pengacara dari Indonesia yang menangani kasus pembunuhan seorang ekspatriat di Australia. Shelina memiliki seorang teman yang diperankan oleh Lia Waode.

Hingga suatu hari, Shelina didatangi oleh makhluk halus yang membawa pesan untuknya.

Film arahan sutradara Muhammad Yusuf ini yang juga menghadirkan aktris Shareefa Daanish akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 April 2017 mendatang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X