Mengapa Kotak Mainan Penting bagi Para Kolektor Marvel?

Kompas.com - 11/05/2017, 14:52 WIB
Dedi Fadim, founder Komunitas Marvel Indonesia saat dijumpai di tokonya, Marvs Toys di Komplek Ruko DBest Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017) KOMPAS.com/SINTIA ASTARINADedi Fadim, founder Komunitas Marvel Indonesia saat dijumpai di tokonya, Marvs Toys di Komplek Ruko DBest Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017)
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Biasanya, kalau membeli mainan seperti action figure, kita membuang bungkus atau kotaknya, karena memang tidak dipakai lagi. Lalu, mainannya kita pajang.

Namun, tidak demikian bagi para penggemar Marvel yang tergabung dalam Komunitas Marvel Indonesia.

Bagi mereka, kotak mainan juga penting, apalagi bila ada label eksklusivitas. Karenanya, mereka tidak akan membuang kotak mainan tersebut.

Misalnya, Dedi Fadim, founder Komunitas Marvel Indonesia, pernah mendapat action figure yang hanya dirilis di San Diego Comic Con (SDCC).

Untuk mendapatkan action figure di sana tidaklah mudah, karena para kolektor Marvel akan siap saling rebutan.

“Kalau yang susah banget rata-rata biasanya koleksi dari event-event. Namanya San Diego Comic Con (SDCC). Itu tuh barometer awalnya komik dan hobi, tapi lama-lama film dan TV series mulai nyampur,” kata Dedi saat ditemui di tokonya yang terletak di Komplek D' Best Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Dalam setahun, biasanya akan ada produk eksklusif yang diluncurkan di SDCC. Tak mudah mendapatkan produk tersebut.

"Kalau kita dapet (action figure dengan label eksklusif di kotaknya) dan benar ada stiker yang official pas event, apalagi ada tanda tangannya, sebenarnya nilainya bukan duit lagi," ujar Dedi.

"Tapi kayak enggak mau lepas. Mungkin sih feelnya sama kayak kolektor lain, cuma mainan emang kalo dibandingin kolektor lain, udah termasuk gawat gitu," sambungnya.

[Baca juga: Komunitas Marvel Indonesia, Pusatnya Para Pecandu Tokoh Marvel]

 

Selain membeli action figure di SDCC untuk dikoleksi, Dedi juga suka mendapatkannya dari Hong kong. Sayangnya, tidak ada label ekslusif pada kotak mainannya.

"Biasanya mereka ambil (mainan) dari Hong komg. Soalnya lebih cepat, tapi enggak ada label ekslusifnya," tambah Dedi.

"Itu yang kadang-kadang bikin figur ekslusif udah enggak gitu ekslusif, karena kita bisa dapat lebih cepat dari Hong Kong itu. Orang mikir ah enggak ada stikernya doang. Padahal penting itu," katanya lagi.

Dedi mengatakan, memang sebenarnya stiker eksklusif itu bisa dibuat sendiri, seperti stiker barcode biasa.

Namun, label eksklusif resmi iti rupanya memberikan kepuasan dan kebanggan tersendiri bagi para kolektor.

[Baca juga: Yuk, Mampir ke Markas Komunitas Marvel Indonesia di Jakarta]

 


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X