Alasan Mouly Surya Jarang Rilis Film

Kompas.com - 13/05/2017, 14:15 WIB
Mouly Surya DOK.PRIBADI/INSTAGRAMMouly Surya
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Mouly Surya merilis film perdananya berjudul Fiksi nyaris satu dekade lalu. Hingga kini total karya yang sudah dia buat masih bisa dihitung jari.

Lima tahun setelah Fiksi yang memenangi empat penghargaan di Festival Film Indonesia (FFI), barulah dia meluncurkan Tidak Bicara Cinta alias What They Don't Talk About When They Talk About Love.

Tahun ini, akhirnya Mouly kembali lewat film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak yang akan tayang perdana di Directors' Fortnight dalam Festival Film Cannes pada 24 Mei 2017.

Sutradara 36 tahun itu mengungkapkan alasan di balik jeda panjang dari tiap karyanya.

"Kantor kami (Cinesurya) pegawainya cuma berempat, semua dikerjakan sendiri jadi butuh waktu lama," ungkap Mouly dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/5/2017).

Selain itu, plot yang terkesan "berat" menjadi tantangan saat mencari investor untuk menyokong dana produksi.

[Baca: Kisah di Balik Judul Film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak"]

Film terbarunya ini juga menerima dukungan biaya dari Talents Tokyo Next Masters Support Programme dan  subsidi Cinemas du Monde dari Kementerial Luar Negeri Prancis.

Ke depannya, ia bertekad untuk bisa lebih produktif dalam berkarya.

"Semoga bisa setengahnya, tiap 2,5 tahun," pungkas Mouly seraya tertawa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X