"SUCI 7" Lebih Matang

Kompas.com - 14/05/2017, 15:47 WIB
Indro Warkop di Studio Movie One, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (17/4/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAIndro Warkop di Studio Movie One, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin (17/4/2017).
EditorAti Kamil

"Bahasa mereka ikut-ikutan, Papua logat manja-manja kayak Korea. Kacau-kacau," ujarnya sembari mengucapkan beberapa kalimat Papua berlogat Korea manja-manja.

Kematangan Mamad terlihat juga pada show 10 besar. Ketika durasi masih tersisa sementara kehabisan bahan, dia memperpanjang dialog di dalam bit-nya.

Memang sebagian dari dialog itu tidak penting secara substansial, tetapi menyelamatkan dia memenuhi durasi. Sebab, durasi menjadi salah satu penilaian bagi para finalis.

Stabilitas
Akan tetapi, Mamad dan Coki perlu mewaspadai Didi, yang meskipun kalem, tetapi menyimpan bit-bit mematikan.

Didi memarodikan hidupnya sebagai orang miskin yang penuh derita, dia seperti mewakili jutaan orang miskin lain.

Ketika berbicara tentang film, misalnya, dia mengkritik betapa film-film itu begitu absurd menampilkan peran orang miskin.

Kerap kali muncul cerita orang miskin yang dianiaya orang kaya. Tujuannya untuk menciptakan drama. Bagi Didi, adegan ini sebenarnya tidak perlu.

Sebab, "Tanpa orang jahat pun, hidup orang miskin sudah dramatis. Dalam seminggu saja ada teman kawinan, kita mah merasa dibegal. Bayangin saja, 50.000 satu amplop. Kali tiga 150.000. Duit buat cicilan kasur ilang," tuturnya.

Juri SUCI 7, Indro Warkop, mengatakan, selama menjadi juri SUCI, baru kali ini dia mendapatkan finalis-finalis yang perkembangannya sangat pesat dan kemampuan merata.

Baca juga: Indro Warkop Mencari Bakat Komika yang Murni

Mereka sudah pandai berstrategi meskipun baru pada tahap 9 besar. Biasanya strategi itu baru muncul di lima besar atau menjelang dan saat final.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X