20 Tahun Berkarya, The Groove Rilis "Tuhan di Hati Kita"

Kompas.com - 02/06/2017, 18:46 WIB
Grup Band The Groove berposes usai menjalani sesi wawancara di Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (20/7/2106). Setelah lama vakum The Groove kembali menelurkan album baru bertajuk Forever Ull Be Mine. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESGrup Band The Groove berposes usai menjalani sesi wawancara di Kantor Redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (20/7/2106). Setelah lama vakum The Groove kembali menelurkan album baru bertajuk Forever Ull Be Mine.
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Tepat 20 tahun lalu sebuah band yang mengusung musik acid, soul, funk, disco pun resmi menggunakan nama  The Groove pada saat tampil perdana di salah satu kafe paling populer di Bandung pada masa itu.

Menampilkan musik yang awam menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, tahun demi tahun dilalui dengan berbagai perjuangan hingga akhirnya dikenal luas oleh pecinta musik Indonesia dengan menghasilkan berbagi karya yang terangkum dalam lima album.
 
Memberikan karya terbaik untuk musik Indonesia selama 20 tahun bukan hal mudah bagi sebuah band, termasuk The Groove yang sempat mengalami dinamika bermusik cukup signifikan dalam beberapa hal seperti pada saat keluar masuk personel hingga mennyesuaikan idealisme bermusik sesuai perkembangan zaman.

Toleransi di antara personel serta penggemar yang loyal menjadi dua hal penting untuk menjaga konsistensi berkarya.

Dalam rangka mensyukuri pencapaian ini, The Groove merilis singel terbaru mereka yang berjudul "Tuhan di Hati Kita". Lagu ini dicipta oleh vokalis The Groove, Rieka Roslan.
 
"Lagu 'Tuhan di Hati Kita' hadir sebagai ungkapan dari para personel untuk semua pelajaran hidup yang sudah dilalui baik sebagai personel band maupun sebagai pribadi. Mengingat segala kebaikan Tuhan yang selalu ada saat kita mengalami keadaan apapun," tulis The Groove dalam siaran pers Jumat (2/7/2017).

Lagu bertempo lambat ini pun menjadi lagu pertama bertemakan religi yang dirilis oleh The Groove sekaligus menyambut Ramadhan tahun ini.
 
Lagu ini dirilis bersamaan dengan video lirik yang sudah dapat disaksikan di YouTube dan sudah tersedia di berbagai toko musik digital.  
 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X