Chelsea Islan Bangga dan Terharu karena "Marlina Si Pembunuh"

Kompas.com - 04/06/2017, 16:30 WIB
Chelsea Islan diabadikan ketika menghadiri malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2016 di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu (6/11/2016). Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIChelsea Islan diabadikan ketika menghadiri malam puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2016 di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu (6/11/2016).
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Keberhasilan film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di panggung Festival Film Internasional Cannes 2017 menggembirakan kancah perfilman Tanah Air, tidak terkecuali artis Chelsea Islan.

Perempuan bermata binar ini ikut bangga atas pencapaian itu.

"Saya sangat bangga dan sangat terharu karena salah satu film Indonesia masuk Festival Film Cannes 2017," ujar Chelsea dalam obrolan bersama Kompas, Selasa (30/5/2017), di Jakarta.

Baca juga: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Dipuji di Cannes

Bagaimana tidak, film besutan sutradara Mouly Surya ini menjadi satu-satunya film dari Asia Tenggara yang diputar di festival film bergengsi tersebut.

"Ini motivasi bagi pekerja film Indonesia, termasuk saya untuk berkarya lebih baik," ujar Chelsea yang baru berusia 22 tahun pada 2 Juni lalu.

Baca juga: Kekuatan Perempuan Bernama Marlina dalam Budaya Patriarki

Sejak terjun ke dunia film lima tahun lalu, ia telah bergonta-ganti peran. Dari menjadi orang dengan gangguan jiwa di Street Society, aktivis dalam film Di Balik 98, hingga atlet panahan Olimpiade pada film 3 Srikandi.

Chelsea optimistis dengan masa depan industri film nasional karena tema yang diusung kian beragam.

Namun, dari melimpahnya karya film Tanah Air, perempuan kelahiran New York, Amaerika Serikat, ini tidak dapat melupakan film Laskar Pelangi.

Baca juga: Laskar Pelangi Ditawar Rp 2 Miliar untuk Dijadikan Film Animasi

"Saya memang suka dengan isu pendidikan," ujar Chelsea, yang juga menjadi duta kampanye penggalangan dana pendidikan anak di Papua. (IKI)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Juni 2017, di halaman 16 dengan judul "Bangga dan Terharu".



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X