Jaz Pernah Tergabung dalam Timnas U-16 Brunei Darussalam

Kompas.com - 09/06/2017, 21:18 WIB
Penyanyi Aziz Hayat, dikenal dengan nama panggung Jaz berpose saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (9/6/2017). Ia tengah mempromosikan single ke-2 berjudul Kasmaran. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Aziz Hayat, dikenal dengan nama panggung Jaz berpose saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Jumat (9/6/2017). Ia tengah mempromosikan single ke-2 berjudul Kasmaran.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Bermusik ternyata bukan cita-cita awal penyanyi pendatang baru Aziz Hayat alias Jaz. Pria asal Brunei Darussalam ini awalnya bermimpi menjadi pemain sepakbola.

Dulu, Jaz bahkan serius menekuni sepak bola hingga bergabung dalam Timnas U-16 Brunei Darussalam dan pernah ikut turnamen di Thailand pada 2007.

"Sebenarnya saya awalnya (anggota) Timnas U-16. Pas waktu di (bidang) sepak bola, rasa suka di musik tuh emang ada, tapi cuma hobi doang," kata Jaz usai tampil dalam Selebrasi (Selebriti Beraksi) di redaksi Kompas.com, di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

[Baca: Jaz Persembahkan Lagu Cinta yang Dewasa]

Namun, pada akhirnya ia memutuskan meninggalkan sepak bola. Alasan utamanya karena ketika itu ia akan ujian dan keluarganya meminta Jaz fokus pada sekolah saja.

Setelah keluar dari Timnas U-16, Jaz mulai mencoba menyanyikan ulang sejumlah lalu mengunggahnya ke media sosial, YouTube maupun Facebook.

"Akhirnya pas 2013 lalu, saya ditawari nyanyi di acara APM, Anugerah Planet Muzik, tampil dengan lagu saya sendiri, 'I Stalk Your Profile'," kata Jaz.

[Baca: "Ngabuburit" Bareng Jaz di Redaksi Kompas.com]

Dari situ, gerbang menuju dunia musik semakin terbuka. Jaz lalu mendapat tawaran menggiurkan dari Sony Music Indonesia untuk menjadi penyanyi profesional.

"Sony Music Indonesia tertarik buat kontrak saya. Ya udah bikin lagu 'Dari Mata'," katanya.

Akhirnya, musik yang dulunya sekadar hobi kini menjadi profesi yang ia tekuni. Sementara, sepak bola yang merupakan impiannya sejak kecil, sekarang tinggal hobi.

"Enggak pernah kepikiran bakal seserius ini sih. Ya itu (APM) jadi trigger juga sih," ujar Jaz.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X