Kisah Titiek Puspa Melawan Kanker

Kompas.com - 16/06/2017, 11:28 WIB
Titiek Puspa diabadikan di Rumah Makan Sederhana, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017). Ia menghadiri jumpa pers konser tunggal Elly Kasim yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakpus, pada 29 Juli 2017. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanTitiek Puspa diabadikan di Rumah Makan Sederhana, Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2017). Ia menghadiri jumpa pers konser tunggal Elly Kasim yang digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakpus, pada 29 Juli 2017.
|
EditorKistyarini

Titiek tidak menyangka mukjizat kesembuhan datang kepadanya. Ia bersyukur masih diberikan kesembuhan akan penyakitnya tersebut.

Program meditasi yang dijalani Titiek tidaklah mudah. Selama proses pengobatan alternatif itu, Titiek mengaku merasakan sakit yang luar biasa, yang merupakan efek dari proses pengobatannya. Ketika itu, Titiek masih menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.

"Orang cuma disuruh duduk, lidah dilipat, napas dari hidung, duduk aja. Kalau orang yang tidak mau men-switch pikirannya 'Aku harus lakukan. I must do it' itu ya sudah enggak (berhasil)," kata dia.

"Memang setelah tiga hari baru berasa. Jadi ada syaraf yang mencari dengan sendirinya titik akupuntur yang rusak. Tidak boleh digaruk, atau diapakan. Itu harus dengan satu kesabaran sama tekad," ucapnya.

Titiek mengungkapkan bahwa penyakit kanker serviks bisa muncul dari pola hidup yang tidak sehat. Ataupun, kata dia, faktor keturunan.

"Tapi memang dikeluarga saya, bapak saya duluan (meninggal) tahun 1973, cancer. Kakak saya sepuluh tahun yang lalu, cancer. Karena saya dapat dari orangtua saya dapat tinggalan (turunan) banyak sekali kekayaan, asam urat, darah tinggi, kolesterol, jantung, cancer," kata dia lalu tertawa.

Meski sembuh dari penyakit kanker lewat pengobatan meditasi, Titiek tidak mengesampingkan tindakan medis. Ia tetap percaya akan kemampuan para dokter.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, berbagai usaha harus juga ditempuh oleh sang pengidap penyakit di luar tindakan medis. Mungkin saja, kata dia, cara non-medis bisa menyembuhkan seperti yang dirasakan Titiek saat ini.

Titiek pun punya pesan kepada orang yang bertubuh masih sehat. Menurut dia, syukuri dan jaga kesehatan tubuh yang sudah diberikan oleh Sang Pencipta.

"Bagaimana kita harus me-manage diri kita. Semua tuh ada. Anda juga punya. Tapi kalau kita me-manage diri kita dengan baik insya Allah, Tuhan kasih sesuatu yang indah buat kita," tutupnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X