Divpropam Polri Terima Laporan Jeremy Thomas soal Penganiayaan Anaknya

Kompas.com - 17/07/2017, 14:30 WIB
Jeremy Thomas didampingi kuasa hukum usai melaporkan delapan oknum polisi diduga pelaku penganiaya putranya ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJeremy Thomas didampingi kuasa hukum usai melaporkan delapan oknum polisi diduga pelaku penganiaya putranya ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Divisi Propam (Divpropam) Polri menerima pengaduan artis peran Jeremy Thomas terhadap delapan oknum polisi yang diduga menganiaya putranya, Axel Matthew Thomas.

Beberapa jam sebelumnya Jeremy bersama tim kuasa hukumnya telah melaporkan delapan anggota kepolisian tersebut ke Sentra Pelayanan Propam Polri, Jakarta Selatan.

"Laporan diterima dan tadi saya sempat juga ketemu dengan kepala bagian penerimaan laporan di Propam Mabes Polri dan sempat ditanyakan juga kronologinya. Sudah kami ceritakan," ucap Jeremy, Senin (17/7/2017).

Ia kemudian menunjukkan bukti tertulis berupa surat penerimaan surat pengaduan propam bernomor SPSP2/2308/VII/2017/Bagyanduan.

[Baca: Putra Jeremy Thomas Dianiaya, Pelaku Diduga Oknum Polisi]

Di dalamnya tercantum pengaduan Jeremy berupa permohonan atas dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai satuan narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Ini juga sudah ditangani di Kasubid Paminal Polda Metro Jaya dan sudah di-confirm juga bahwa benar yang melakukan tindakan tersebut adalah oknum kepolisian. Untuk selanjutnya kami percayakan prosesnya kepada internal mereka karena mereka punya prosedur dan tata cara yang saya harus percaya," ujar Jeremy.

[Baca: Begini Kondisi Putra Jeremy Thomas Usai Alami Penganiayaan ]

Jeremy mengaku belum mengetahui identitas delapan oknum polisi tersebut. Namun, ia sudah mendapat konfirmasi bahwa benar mereka adalah anggota Satuan Polres Bandara Soekarno-Hatta.

"Yang disangkakan empat pasal, sesuai dengan yang diterima putra saya tentunya penyekapan, pengeroyokan karena dilakukan oleh lebih dari dua orang. Lalu penganiayaan dan pengambilan paksa atau pencurian dengan kekerasan karena handphone, sepatu, ikat pinggang, dompet dan bajunya dilucuti," ucap Jeremy.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X