Roy Marten: Narkoba Tak Bisa Diberantas, tetapi...

Kompas.com - 24/07/2017, 15:30 WIB
Roy Marten di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/7/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRoy Marten di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/7/2017) malam.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Aktor senior Roy Marten berpendapat bahwa narkoba tak bisa diberantas atau dihilangkan. Ini merupakan pandangannya sebagai mantan pemakai yang pernah terjerat kasus narkoba sebanyak dua kali.

"Untuk saya, minta maaf ya ini bukan pesimis, tapi enggak mungkin kita berantas narkoba," ujar Roy saat ditemui di Hotel Nam, Kemayoran, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Namun ia yakin obat-obatan terlarang itu bisa dikendalikan, dicegah atau dapat dikurangi peredarannya.

"Kalau saya lebih sependapat bahwa narkoba bisa dikendalikan, walaupun tidak bisa diberantas," ucap Roy.

Ia berkaca pada Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya. Ada banyak orang jenius di sana, ahli, serta aparat kepolisian dengan persenjataan canggih. Namun narkoba masih saja beredar di Negeri Paman Sam itu.

[Baca juga: Cara Roy Marten Jauhkan Gading Marten dari Narkoba]

 

Karena itu, meski punya pengalaman buruk dengan narkoba, ia mengaku tak paham bagaimana cara memberantasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jangankan saya, Amerika saja sebuah negara raksasa, jutaan orang pinter di dalamnya, jutaan alatnya canggih, tidak bisa berantas narkoba. Apalagi saya," ucap Roy.

Soal peredaran narkoba yang semakin marak di Indonesia, ayah pembawa acara Gading Marten ini memandang ada dua kemungkinan.

"Pertama adalah kita (Indonesia) punya 250 juta penduduk. Kalau lima persen aja pakai, ada jutaan orang. Kalau ada 10 juta pemakai, itu pasar yang luar biasa, itu jadi market (narkoba)," ucapnya.

"Kedua, kemungkinan ini dampak dari tindakan tegas pemerintah Filipina, kemungkinan. Di sana (bandar) ditembaki, lari ke sini. Tapi perkiraan saya yang utama market kita begitu besar, di sana lebih keras, lari ke sini. Ini menurut saya ya, bisa aja salah (pendapat saya)," tambahnya.

[Baca juga: Roy Marten: Jangan Kumpul dengan Pemakai Narkoba]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.