Mencipta Lagu Anak-anak, Panggilan yang Tak Kalah Mulia di Era Kini

Kompas.com - 26/07/2017, 15:27 WIB
Dian HP diabadikan saat sedang memberikan Workshop Cipta Lagu Anak 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINADian HP diabadikan saat sedang memberikan Workshop Cipta Lagu Anak 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017).
|
EditorAmir Sodikin

KOMPAS.com - Di zaman dengan semua akses informasi terbuka luas, termasuk bagi anak-anak, membatasi mereka untuk hanya mengonsumsi materi yang sesuai usia mereka, termasuk lagu, adalah hal yang hampir mustahil. 

Kalau pun kita dapat membatasi akses informasi mereka selama di rumah, di tempat lain akan lebih sulit, bahkan mungkin sia-sia. Apalagi akses terhadap lagu dewasa yang materinya tidak sesuai dengan perkembangan mental anak-anak begitu mudah didapat.

Padahal lagu telah lama menjadi salah satu cara yang ampuh untuk menyampaikan sebuah pesan, termasuk pesan untuk anak-anak kita. Masalah muncul ketika Indonesia kini sedang krisis lagu anak-anak, regenerasi pencipta lagu untuk anak-anak seolah terhenti.

Situasi saat ini menimbulkan tantangan baru untuk menyediakan stok lagu anak yang baik. Kini timbul kebutuhan dan keharusan akan adanya para pencipta lagu anak yang dapat memproduksi lagu-lagu yang layak untuk anak-anak.

Membuat lagu anak-anak yang sesuai dengan perkembangan anak, kini menjadi tugas mulia bagi siapapun yang pedulu masa depan anak-anak kita. 

Caecilia Hardiarini sedang membawakan workshop mencipta lagu dalam program Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (20/7/2017).Sujari Caecilia Hardiarini sedang membawakan workshop mencipta lagu dalam program Dendang Kencana 2017 di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (20/7/2017).
Berangkat dari kepedulian tentang kondisi lagu anak saat ini, Kompas Gramedia kembali menggelar rangkaian acara lomba cipta lagu Dendang Kencana, yang sudah vakum selama 21 tahun terakhir. Acara ini diberi tajuk “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017”.

Rangkaian acara Dendang Kencana ini diisi dengan empat kegiatan utama, yaitu Workshop Cipta Lagu Anak, Lomba Cipta Lagu Anak, Workshop Musik & Vokal, hingga Lomba Paduan Suara TK-SD. Pengumuman lomba cipta lagu akan dilakukan pada Kamis (27/7/2017) di Bentara Budaya Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lagu Anak Indonesia, Tanggungjawab Kita Bersama

Kondisi seperti ini juga menjadi perhatian dari psikolog Ratih Ibrahim saat dihubungi terkait krisis lagu anak. Ratih direncanakan akan turut hadir dalam acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, bersama dengan Dian HP, Chicha Koeswoyo, dan Tohpati.

Music speaks louder than words! Musik bisa berbicara lebih kencang dibanding kata-kata, dan anak bukan orang dewasa mini. Karena itu, ciptakan lagu anak yang benar. Lantunkan lagu untuk anak agar anak tumbuh dengan wajar sesuai usianya,” papar Ratih.

Senada dengan Ratih, penata musik dan komposer yang terlibat langsung dalam program “Lagu Untuk Anakku – Dendang Kencana 2017”, Dian HP, memaparkan “formula” penting terkait mencipta lagu anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X