Augie Fantinus Bukukan Pengalaman Jadi Manajer Timnas Basket Putri

Kompas.com - 26/07/2017, 15:33 WIB
Pembawa acara Augie Fantinus diabadikan di halaman Gedung Trans, Jalan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANPembawa acara Augie Fantinus diabadikan di halaman Gedung Trans, Jalan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembawa acara Augie Fantinus (37) akan segera meluncurkan buku tentang pengalamannya menjadi manajer Timnas Basket Putri Indonesia pada Sea Games 2015 di Thailand.

Buku berjudul 'Jump' itu diumumkan pada akun media sosial Instagram penerbit Bentang Pustaka

Saat itu, Timnas Basket Putri Indonesia berhasil meraih medali perak setelah sebelumnya kali terakhir menraih medali itu pada Sea Games 1991. Medali perak adalah prestasi tertinggi Indonesia untuk timnas putri dalam ajang Sea Games.

Saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (26/7/2017), Augie mengungkapkan bahwa dibuatnya buku ia mendapat saran dari beberapa temannya, khususnya adalah Djoni Permato alias Udjo Project Pop.

"Jadi saya selalu cerewet dan cerita tentang timnas, tentang prestasi ini, akhirnya sahabat saya Udjo Project Pop bilang 'Kenapa sih Gi lu enggak bikin buku?' Terus dari situlah, singkat cerita saya bikin buku ini," ujar Augie.

Buku itu ditulis langsung oleh Augie yang mencintai basket sejak masih duduk di bangku SMP. Ada tiga poin yang ingin Augie ceritakan dalam bukunya, yang ditulis selama satu tahun tersebut.

"Pertama saya ngomongin olahraga Indonesia, basket. Kedua adalah kebanggan terhadap Indonesia. Dan ketiga adalah soal manajemen," ucapnya.

[Baca juga: Karena Serangan Jantung, Augie Fantinus Jadi Pantang Makan Martabak]

Augie mengaku bangga bisa menjadi bagian dari prestasi olahraga basket Indonesia di kancah internasional. Apalagi Augie bukanlah figur dariolahraga tersebut.

"Menjadi satu kebanggaan banget tidak hanya untuk tim, tapi saya khususnya karena latar belakang bukan pemain basket, bukan pemilik klub basket, cuma orang yang cinta basket, demen sama basket, bikin Happy Ballers, dan akhirnya jadi manajer," ucap dia.

Pengalaman-pengalaman yang dirasakan oleh Augie tentang awal mula jatuh cinta kepada basket hingga mengemban tugas sebagai manajer akan diceritakan dalam buku itu. 

"Saya ceritain dari negatif sampai positifnya. Jadi saya pengin sharing tentang bagaimana me-manage sebuah tim kayak sebuah perusahaan," ucapnya.

Rencananya, buku "Jump" akan dirilis Augie pada 10 Agustus 2017 mendatang.

[Baca juga: Augie Fantinus Ingin Punya Lima Anak]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X