Reza The Groove: Musik Anak-anak Harus Variatif

Kompas.com - 28/07/2017, 22:58 WIB
Reza The Groove usai ditemui dalam gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAReza The Groove usai ditemui dalam gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017),
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu personel The Groove, yakni Reza Hernanza Desiawan mengungkapkan kegelisahannya terhadap industri musik.

Saat dijumpai di Bentara Budaya, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017), Reza mengatakan bahwa jumlah musik anak-anak yang ada saat ini sangatlah minim.

"Kalau kata gue sih (lagu anak-anak) dalam tiap masa pasti bakal bermunculan, tapi dalam segi kuantitasnya kurang. Kalau dulu kan yang berkualitas kayak Sherina itu bagus banget, tapi kompetitornya enggak ada. Kemudian muncul Gita Gutawa dan Di Atas Rata-rata kan bagus banget," ujar Reza.

"Tapi kan mereka enggak bisa sendiri, harus ditemani dengan banyak artis lainnya yang sama kualitasnya," lanjutnya.

Bagi Reza, lagu anak-anak haruslah variatif, sehingga mereka tak bosan mendengar yang itu-itu saja.

"Kan penduduk Indonesia 250 juta. Kita kalau denger musik kan enggak cuma satu. Misalkan, masa tiap hari dengerin Coldplay. Enggak mungkin kan? Mungkin besok dengerin Sting, Beyonce. Kita kan memang harus variatif. Kita kan enggak ada kayak gitu," ujar Reza.

"Mungkin mereka nge-fans sama Naura. Naura kan bagus banget. Tapi kan masa tiap hari dengerin Naura? Bosen dong," imbuhnya.

[Baca juga: 20 Tahun Berkarya, The Groove Rilis Tuhan di Hati Kita]

 

Menurut Reza, musik itu seperti makanan. Karena kurang variatifnya lagu anak-anak, kebutuhan konsumsi musik pun tak cukup terpenuhi.

"Menurut gue, musik itu makanan jiwa. Makanan kan lebih kepada kita hidup dan lain sebagainya. Tapi kalau kita makan, masa tiap hari makannya gado-gado. Harus variatif. Musik juga begitu. Enggak mungkin tiap hari dengerin Sherina, misalnya," pungkasnya.

[Baca juga: The Groove Menyapa Penggemar dengan Bawalah Daku]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X