Komika Acho Berharap Dapat Keadilan

Kompas.com - 07/08/2017, 16:15 WIB
Komika Muhadkly MT atau Acho di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Senin (7/8/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIKomika Muhadkly MT atau Acho di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Senin (7/8/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Muhadkly MT alias Acho berharap mendapatkan keadilan atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang menimpanya.

Acho saat ini menjadi tersangka karena diduga melakukan pencemaran terhadap Apartemen Green Pramuka karena tulisan dalam blog pribadinya, muhadkly.com, tertanggal 8 Maret 2015.

"Harapannya saya mendapat keadilan, itu saja. Karena saya merasa saya tidak mencemarkan nama baik siapapun dan saya tidak menyebut nama siapa pun," kata Acho di sela pelimpahan kasusnya di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Ia menjelaskan bahwa tulisannya dua tahun lalu itu hanyalah bentuk keluhan dan kekecewaannya sebagai konsumen karena tak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya.

Namun ternyata, kritikannya itu malah dianggap sebagai bentuk pencemaran nama baik oleh pengelola Apartemen Green Pramuka. Mereka lantas melaporkan Acho ke Polda Metro Jaya pada November 2015 karena merasa dirugijan secara materil.

"Padahal saya menulis itu buat kepentingan pelayanan supaya lebih baik. Artinya supaya calon konsumen yang ingin membeli apartemen jadi punya bahan pertimbangan sebelum membeli apartemen, Apartemen Green Pramuka khususnya," ujar Acho.

Ketika kali pertama mendapat panggilan polisi beberapa bulan lalu, Acho sudah mencoba menawarkan penyelesaian secara kekeluargaan dengan pihak pelapor atas saran polisi. Hanya saja niatnya itu ditolak dengan alasan pengelola apartemen tersebut sudah mengalami banyak kerugian akibat tulisan Acho.

"Ketika ada saran dari penyidik, saya hubungi pelapor. Bersurat sekali, telepon sekali, pribadi langsang ke pelapor Pak Danang (kuasa hukum pelapor) sekali. Namun, pelapor menolak permintaan mediasi saya," kata Acho.

"Mereka tidak mau lagi ada jalur damai, maunya lewat pengadilan. Jadi katanya omsetnya turun dan marketing-nya enggak bisa jualan," ujarnya lagi.

Acho merasa wajar apabila seorang konsumen menuliskan ketidakpuasannya terhadap sebuah produk atau jasa. Apalagi menurut dia, apa yang ditulisnya itu adalah kenyataan bahwa dia adalah pihak yang dirugikan dan sudah disertakan dengan bukti foto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X