Jatuh Cinta pada Tenun Sumba Timur, Dian Sastrowardoyo Galang Dana

Kompas.com - 08/08/2017, 20:28 WIB
Dian Sastrowardoyo hadir dalam konferensi pers pameran foto dan instalasi kain tenun tradisional Sumba Timur di Lamoda Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDian Sastrowardoyo hadir dalam konferensi pers pameran foto dan instalasi kain tenun tradisional Sumba Timur di Lamoda Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017) sore.
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran dan model Dian Sastrowardoyo (35) merasa jatuh hati pada kain tenun Sumba Timur sejak kali pertama mengenakannya.

"Saya personally jatuh cinta banget sama kain tenun Sumba, karena emang saya suka banget kan kain-kain traditional. Tenun Sumba itu bener-bener beda," ujar Dian di sela kegiatan pameran mengenai kain tenun Sumba Timur di Lamoda Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (8/8/2017).

Kecintaan pada tenun Sumba Timur membuka mata Dian Sastrowardoyo atas kondisi masyarakat di daerah-daerah yang menghasilkan kain-kain favoritnya itu.

"Yang sangat ironis adalah mereka yang tinggal di Sumba Timur tidak terlalu memiliki kehidupan yang layak gitu. Misalnya, akses terhadap air bersih saja mereka susah sekali," kata Dian.

Baca juga: Video: Tiga Kain Sobek Saat Dian Sastrowardoyo Dalami Peran Kartini

Melihat kenyataan tersebut, dari menggemari saja kain tenun Sumba Timur, Dian Sastrowardoyo kemudian tergerak melakukan penggalangan dana untuk pengadaan akses air bersih Wairinding sekaligus merenovasi rumah adat Prainatang.

"Jadi, dana yang dibutuhkan sekitar seratus jutaan (rupiah) untuk bikin waterhouse. Target kami galang dana itu Rp 150-200 juta. Karena selain waterhouse ini, ada juga satu rumah adat di Prainatang yang sudah mau roboh dan kami coba renovasi biar enggak hancur," kata Dian lagi.

Baca juga: Raline Shah Penggemar Kain Etnik dari Indonesia

Pengumpulan dana itu dilakukan lewat penjualan kain tenun koleksi Kelompok Penenun Lukamba Nduma Luri di Sumba Timur dengan menggandeng Yayasan Dian Sastrowardoyo.

"Saya pengin banget kasih apresiasi ke Sumba Timur. Akhirnya, saya tergerak untuk bisa memberdayai para pengrajin tenun di Sumba Timur," ujar Dian.

Baca juga: Ifa Isfansyah: Sumba Timur, Satu-satunya untuk Pendekar Tongkat Emas

Selain ikut menggalang dana, Dian bersama yayasannya juga menggelar pameran foto berjudul "Lukamba Nduma Luri-benang yang memberi ruh, kain yang memberi hidup" karya Hakim Satriyo, di samping pameran mengenai kain tenun Sumba Timur yang diadakan pada 6-31 Agustus 2017. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X