Musik Blues Satukan Glenn Fredly dan Slank

Kompas.com - 14/09/2017, 20:05 WIB
Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dan pencipta lagu Glenn Fredly mengungkapkan salah satu alasannya memberi "tanda mata" kepada Slank. Kata Glenn, dia dan grup band asal gang Potlot itu sama-sama memainkan warna musik yang sejenis, yakni blues.

"Slank karyanya kan orang tahunya sebagai band rock n roll. Tapi enggak banyak media yang angkat bahwa Slank berangkat dari band blues," ucap Glenn dalam jumpa pers konser #TNDMT di H Gourmet, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Pria yang identik dengan topi fedora ini menyebut karya-karya Slank mengacu pada musik blues. Dari album ke album, menurut Glenn, pasti selalu ada unsur blues di dalamnya.

Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.
"Itu jadi rohnya. Yang itu jadi nyambung dan gue senang dengan musik blues karena blues jadi musik yang menginspirasi perjalanan bermusik gue gitu, itu yang menjadi benang merahnya tuh," katanya.

[Baca: Selama Lima Bulan, Glenn Fredly Bedah Lagu-lagu Slank]

Karena memiliki benang merah yang sama itulah Glenn akan menggelar konser #TNDMT untuk Slank di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, pada 30 September 2017.

Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.
Kendati merasa berasal dari akar musik yang sama, Glenn tetap tertantang meramu lagu-lagu Slank dari sudut pandangnya untuk disajikan dalam konser #TNDMT mendatang.  

"Konser ini akan sangat intimate, deket. Musisi-musisi yang terlibat bisa dipastikan belum pernah bersinggungan dengan Slank dan punya energi sendiri menerjemahkan lagu-lagu Slank. Jadi, challenge-nya mengelola atau meramu musik Slank jadi versi gue. Ini bentuk apresiasi karya Slank dari perspektif gue," ujar Glenn.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X