Christine Hakim Dukung Ide Jokowi Bikin Film G30S PKI Versi Baru

Kompas.com - 19/09/2017, 22:02 WIB
Christine Hakim saat wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat Jakarta , Sabtu (8/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGChristine Hakim saat wawancara eksklusif Kompas.com seputar film Kartini di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat Jakarta , Sabtu (8/4/2017). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo mengisahkan perjuangan RA Kartini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2017.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Aktris senior Christine Hakim (60) mendukung rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat versi baru dari film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap film sejarah itu dikemas lebih kekinian untuk menyasar generasi milenial.

"Saya mendukung," kata Christine dalam wawancara di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Terlepas dari kontroversi konten film berjudul Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI itu, Christine menegaskan, bahwa membuat ulang sebuah film dengan perspektif baru adalah hal yang wajar dan biasa terjadi. Misalnya, film Kartini atau film yang mengangkat kehidupan Presiden RI Pertama Soekarno.

"Itukan sah-sah aja, perspektifnya berbeda. Karena tiap orang punya penilaian subjektif terhadap tokoh dan sejarah. Justru sejarah itu harus kita hidupkan. Kalau enggak dia hanya menjadi sebuah kepustakaan yang usang saja," ucap Christine.

[Baca juga: Soal Film G30S/PKI, Panglima TNI Sebut Ide Presiden Jokowi Luar Biasa]

 

Pemain film Pasir Berbisik itu berharap orang-orang tak langsung berprasangka buruk tentang rencana re-make film produksi 1984 tersebut.

"Jangan suudzon. Kita harus positive thinking. Biasa, me-remake itu biasa. Jangan berpikir gitu dulu. Nanti kita rugi sendiri karena itu bikin wawasan kita jadi sempit. Biarkan," ujar Christine.

Selama tujuannya baik tanpa niatan menjatuhkan atau mengkambinghitamkan pihak tertentu, harus disambut baik pula.

"Sejauh itu bisa dipertanggungjawabkan fakta fakta sejarahnya. Itu yang penting. Saya kira dulu pembuatan film G30S PKI memang sempat menjadi kontroversial karena dibuat oleh rezim pemerintahan Soeharto. Jadi banyak yang beranggapan bahwa banyak penyimpangan sejarah," kata Christine.

Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI  adalah film berkonsep doku-drama arahan Arifin C Noer.

Film ini diproduksi selama dua tahun dengan anggaran sebesar Rp 800 juta dan disponsori oleh pemerintahan orde baru era Presiden Soeharto.

[Baca juga: Christine Hakim: Bayangkan Apa yang Akan Terjadi pada NKRI]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X