Jadi Aktor Terbaik, Slamet Rahardjo Malah Disuruh Buang Sampah

Kompas.com - 25/09/2017, 11:58 WIB
Slamet Rahardjo usai menghadiri diskusi Setelah Tehuh Karya di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGSlamet Rahardjo usai menghadiri diskusi Setelah Tehuh Karya di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017) malam.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor kawakan Slamet Rahardjo punya pengalaman unik setelah meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik untuk film Ranjang Pengantin pada 1975.

Ini ia sampaikan dalam diskusi "Setelah Teguh Karya" di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

"Waktu itu saya dapat Best Actor. Terus saya pulang sambil bawa piala, Pak Teguh lagi nulis. Terus dia cuma bilang gini 'Buang tuh sampah, bau, gue enggak bisa kerja'," kata Slamet.

Melihat sikap tak acuh gurunya di Teater Populer itu, Slamet yang tadinya sangat bahagia dan bangga menggenggam trofi penghargaan seketika heran.

Ia kecewa karena bukannya memuji atau mengucapkan selamat, Teguh malah menyuruhnya membuang sampah. Terlebih Teguh adalah sutradara film Ranjang Pengantin.

Sutradara Teguh KaryaKOMPAS/ARYA GUNAWAN Sutradara Teguh Karya
"Dalam hati saya bilang, 'Wah nih orang, saya dapat Best Actor tapi disuruh buang sampah'. Emang biasanya saya yang buang sampah, tapi malam itu aku jadi Best Actor kan. Eh, tiba-tiba disuruh buang sampah sama Pak Teguh," kata Slamet.

Meski begitu, ia tak dapat menolak perintah Teguh, Slamet ditemani rekannya aktris Riantiarno akhirnya mendorong gerobak sampah. Sepanjang jalan, Slamet terus menggerutu dan meluapkan kekesalannya terhadap Teguh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ratna Riantiarno bilang 'udah kita kan tidur makan di Teater Populer, terima saja'," ujar Slamet.

Tak lama, beberapa tetangga yang melihatnya membuang sampah menghampiri Slamet dan membanjirinya dengan pujian.

[Baca juga: Kata Slamet Rahardjo, Teguh Karya Juga Pernah Bodoh Bikin Film ]

"Mereka bilang 'wah rendah hati sekali Best Actor masih buang sampah, hebat'. Tiba - tiba orang memuji-muji saya justru, 'wah kamu hebat rendah hati besar jiwa'. 'Oh my God, kok beda banget sama yamg aku pikir tadi?'," kata Slamet.

Setelah itu, ia buru-buru pulang lalu langsung mencium tangan Teguh Karya.

[Baca juga: Peraih Lifetime Achivement FFI 2015 Kenang Pertengkaran dengan Teguh Karya]

"Saya pulang, saya bilang 'Pak Teguh mana tangannya (mau sungkem), ternyata saya naik pangkat'. Yang tadinya saya enggak ngerti makna di balik itu kan. Makanya aku datang ke Pak Teguh. 'Pengin cium tangan lu, ternyata gue naik pangkat, tadinya pengin nyekek lu, ternyata enggak'. Nah itu, mungkin naluri guru ya he he he," ucap Slamet.

[Baca juga: Dewi Yull Ungkap Sisi Lain Teguh Karya]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X