Egi Fedly Redam Sisi Beringas di Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Kompas.com - 26/09/2017, 17:33 WIB
Egi Fedly dalam peluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGEgi Fedly dalam peluncuran poster film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017) sore.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktor senior Egi Fedly yang dikenal sering memerankan karakter antagonis, mendapatkan pengalaman berbeda saat terlibat dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.

Ia masih berperan sebagai karakter jahat, tetapi menurut Egi, tokoh perampok bernama Markus yang ia mainkan dalam Marlina berbeda dari yang lain.

"Yang berbeda, kalau yang sebelum-sebelumnya lebih menonjolkan kekerasan, jahatnya. Kalau di sini, cool aja gitu, enggak beringas," kata Egi kepada Kompas.com di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2017).

Watak Markus, yang merupakan kepala perampok, terlihat sekilas dalam trailer film Marlina berdurasi satu menit.

Di situ, Egi memasuki rumah Marlina (Marsha Timothy) seperti orang bertamu dan dengan santainya mengaku ingin merampok si tokoh utama.

"Bukan seperti biasanya kejadian perampokan yang menggedor. Tapi datang bertamu, bicara. Intinya ya saya mau ngerampok kamu. Ini beda nih. Ada dialog dulu, minta makan. Enggak ngancem yang wah gitu, enggak," ujar Egi.

Pria kelahiran 11 September 1956 ini mengakui bahwa pendekatan seperti itulah yang sejak awal ingin dibangun oleh sutradara film Marlina, Mouly Surya.

Egi yang biasanya ekspresif memerankan tokoh antagonis, tak perlu mengeluarkan emosi yang meluap-luap dalam film ini.  

"Biasanya kalau saya memerankan antagonis itu emosi keluar dengan bebas. Justru di sini diredam karena Mouly mau seperti orang baik, seperti orang biasa yang bertamu. Perampok yang bermoral terlihatnya, padahal enggak," katanya.

"Itu menarik buat saya dan itu buat saya lebih sulit karena biasanya yang wah wah. Tiba-tiba di sini diredam, tapi ketegangan itu terbangun lewat dialog," imbuhnya.

[Baca juga: Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Disebut Lahirkan Genre Baru ]

Untuk mendalami dan membangun karakter si kepala perampok itu, Egi banyak berdiskusi dengan sutradara.

"Saya banyak berdiskusi dengan Mouly. Karakternya lebih menggali sendiri terutama cara bicara dan bahasa tubuh," ucapnya.

[Baca juga: Marlina Bikin Marsha Timothy Merinding di Cannes ]

Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya.

Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi.

[Baca juga: Untuk Marlina, Marsha Timothy Latihan Potong Kepala Selama Dua Hari ]

Setelah melanglang buana di berbagai festival film, Marlina akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 16 November 2017 mendatang.

Lalu pada awal 2018 nanti, film arahan sutradara Mouly Surya ini bakal diputar di jaringan bioskop Amerika Serikat dan Kanada.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X