Gatot Brajamusti Bantah Dakwaan JPU

Kompas.com - 17/10/2017, 18:51 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Gatot Brajamusti menolak semua dakwaan yang diberikan Jaksa Penuntun Umum (JPU), dalam eksepsi yang diajukan pihaknya dalam sidang lanjutan perkara kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/10/2017).

"Pemilik sebenarnya dari senjata api tersebut, amunisi, dan satu ekor elang hidup, dan satu ekor harimau Sumatera yang diawetkan bukanlah milik terdakwa, melainkan milik orang lain," kata penasehat hukum Gatot saat membacakannya di dalam persidangan.

Masih dalam pembacaan eksepsi, pihak Gatot masih meyakini bahwa untuk harimau yang diawetkan itu adalah pemberian pria diduga berinisial UGB.

UGB memberikan hadiah ulang tahun berupa harimau sumatera yang diawetkan kepada Gatot pada September 2011.

"Proses penyerahan hewan itu diberikan dan diantarkan langsung oleh yang patut diduga berinisial UGB ke rumah terdakwa dan diterima langsung oleh security terdakwa," kata salah seorang penasehat hukum yang nmembacakan.

[Baca juga: Jalani Sidang Lanjutan, Gatot Brajamusti Ajukan Eksepsi]

Sedangkan satwa liar berupa satu ekor elang hidup, Gatot menemukan berada di halaman rumahnya di Jalan Niaga Hijau X Nomor 6, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Bahwa terdakwa melihat keadaan elang itu dalam keadaan terlepas serta terikat rantai di kaki, makanya terdakwa berinsiatif untuk membantu elang tersebut," ucapnya.

"Bahwa melihat keadaan elang tersebut terikat rantai pada kakinya, terdakwa menyadari bahwa elang tersebut milik orang lain. Dan, sampai saat ini belum diketahui siapa pemiliknya," sambungnya.

[Baca juga: Reza Artamevia-Elma Theana Akan Jadi Saksi Kasus Gatot Brajamusti]

Adapun terkait kepemilikan senjata api beragam jenis, penasehat hukum membacakan bahwa senjata itu diduga milik seseorang berinisial AS yang menitipkan kepada Gatot. Ada tiga tahapan penitipan senjata itu sejak 2006.

"Penyerahan senjata dan amunisi diserahkan selama tiga kali sejak 2006 senjata api dan magazen, tahun 2007 ada 500 peluru, dan pada tahun 2010 ada 1943 butir peluru," ucapnya.

"Kesimpulan, agar memeriksa BAP Polda Metro jika melanggar ketentuan. Dan membatalkan dakwaan JPU demi hukum atau setidaknya tidak dapat diterima," ucap penasehat hukum.

[Baca juga: Anak Gatot Brajamusti: Ayah Harus Terima Hukuman atas Perbuatannya]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.