Untuk Marlina, Marsha Timothy Dilarang Cengeng

Kompas.com - 09/11/2017, 23:36 WIB
Marsha Timothy dalam gala premier film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMarsha Timothy dalam gala premier film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017) malam.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Artis peran Marsha Timothy dilarang cengeng oleh sutradara Mouly Surya.

"Kalau (adegan) nangis, Mouly maunya yang enggak cengeng, hehehe," ujar Marsha di sela gala premier film Marlina di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).

Sebab, Marlina, perempuan Sumba yang ia perankan dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak tak berkarakter seperti itu.

Marlina sang tokoh utama bukanlah perempuan yang menangis meraung-raung saat didera masalah.

[Baca juga : Untuk Marlina, Marsha Timothy Latihan Potong Kepala Selama Dua Hari]

"Susah sih (perankan Marlina). Sutradaranya menginginkan karakter perempuan ini tidak mengeluarkam emosi yang meluap-luap," ucap Marsha.

"Emosi dia untuk dia sendiri. Kesulitan saya adalah meredam emosi itu supaya tidak meluap-luap," sambung istri aktor Vino G Bastian ini.

Untuk menghayati karakter Marlina, Marsha menghabiskan waktu selama tiga bulan untuk berlatih skenario dan dialek Sumba.

Ia dan para pemain bersama sang sutradara juga mencoba berinteraksi dengan warga lokal di sana, terutama perempuan Sumba.

"Yang menarik, ketika kami riset karakter di Sumba. Kami bergaul dengan ibu-ibu di sana. Untuk mendalami perempuan Sumba. Sering ngobrol dialek Sumba di sana," kata Marsha.

"Di sana kami riset ke Sumba Barat dan timur. Kamk ngobrol sama org sana, lalu kami aplikasikan seperti apa cerita yang pengin kami buat," timpal Mouly.

[Baca juga : Egi Fedly Redam Sisi Beringas di Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak]

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya.

Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi.

Proyek ini merupakan hasil kerjasama Cinesurya dengan Kaninga Pictures, Sasha & Co. Production (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), Hooq Originals (Singapura), dan Purin Pictures (Thailand).

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak akan tayang di bioskop Tanah Air pada 16 November 2017.

[Baca juga : Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Tayang di Amerika Tahun Depan]



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X