Arie Kriting Sangsi Ernest Prakasa Akan Raih Penghargaan FFI 2017

Kompas.com - 11/11/2017, 13:29 WIB
Satriaddin Maharinga Djongki alias Arie Kriting (32), komedian jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV Season 3 saat tampil sebagai bintang tamu dalam acara Pengenalan Platform PantauGambut.id di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Kompas/Jumarto Yulianus (JUM)
05-06-2017 KOMPAS/JUMARTO YULIANUSSatriaddin Maharinga Djongki alias Arie Kriting (32), komedian jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV Season 3 saat tampil sebagai bintang tamu dalam acara Pengenalan Platform PantauGambut.id di Jakarta, Senin (5/6/2017). Kompas/Jumarto Yulianus (JUM) 05-06-2017
|
EditorIrfan Maullana

MANADO, KOMPAS.com - Artis peran dan komika Arie Kriting tidak menyangka bahwa rekan seprofesinya, Ernest Prakasa, menjadi nomine dalam perhelatan Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Ernest diketahui menjadi nomine untuk kategori Pemeran Utama Pria Terbaik dan Sutradara Film Terbaik. Selain itu, film Cek Toko Sebelah yang disutradarai Ernest juga masuk nominasi Film Terbaik.

Lantas bagaimana prediksi Arie akan peluang Ernest?

"Dia masuk aktor terbaik, tapi kalau dia menang saya tidak akan percaya, dan mempertanyakan eksistensi saya di perfilman. Kok Ernest bisa jadi aktor terbaik?" kata Arie di sela acara ramah tamah dengan insan perfilman Tanah Air di rumah dinas gubernur Sulawesi Utara di Jalan Wenang, Kota Manado, Jumat (10/11/2017).

Terlepas bagaimana peluang Ernest dalam perhelatan FFI tahun ini, Arie mengatakan bahwa pria berusia 35 tahun itu memiliki dedikasi tinggi terhadap perfilman nasional.

Baca juga : Usai Diterima Pemenang, Piala FFI Akan Dilapisi Emas

Menurut Arie, Ernest adalah orang yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang saat memproduksi film.

Meraih nominasi FFI, lanjut Arie, adalah bonus besar terhadap karya temannya tersebut.

Adapun dalam kategori itu, selain berkompetisi dengan artis peran Teuku Rifnu Winaka dalam film Night Bus, Ernest juga bertarung dengan Adipati Dolken (Posesif) dan Deddy Sutomo (Kartini).

Malam penghargaan FFI digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu 11 November 2017 malam. Sederet insan perfilman akan menghadiri malam penghargaan tersebut.

Baca juga : Megawati Gantikan Jokowi Hadiri Penghargaan FFI 2017

yang disutradarainya



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X