Mereka yang Pamit dari Grup Musiknya

Kompas.com - 18/11/2017, 13:04 WIB
Vokalis Payung Teduh Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is dalam panggung konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh Catra Adhum di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).  KOMPAS.com/Dian Reinis KumampungVokalis Payung Teduh Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is dalam panggung konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh Catra Adhum di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu ke belakang sepanjang 2017 ini, industri musik Indonesia diramaikan dengan mundurnya sejumlah vokalis dalam sebuah band ataupun grup vokal.

Berbagai alasan pun mengemuka mulai dari perbedaan visi-misi, proses memantapkan urusan agama, menjalani proses penyembuhan sakit, dan meniti karier secara mandiri menjadi faktor penyebab mereka berpamitan.

Sedikitnya Kompas.com merangkum empat pemusik yang memutuskan keluar dari band dan grup vokal yang telah membesarkan nama mereka.

1. Mohammad Istiqamah Djamad alias Is (Payung Teduh)

Yang paling senter diberitakan adalah mundurnya Mohammad Istiqamah Djamad alias Is dari grup Payung Teduh.

Keputusan Is hengkang dari band yang membesarkan namanya terjadi usai konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh "Catra Adhum" di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

"New episode kali ya, petualangan dengan Payung akan berakhir di 2018, saya yang mundur sih," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Isyarat kepergian Is sudah lama tercium lewat akun media sosialnya. Bahkan dia mengakui sudah membicarakan rencana mundur itu sejak Juni 2017.

Perbedaan visi misi bermusik menjadi faktor Is memutuskan mundur dari Payung Teduh. Belum diketahui, apakah Is tetap bermusik ataupun berkarier di bidang lain.

Namun, Is kembali menekankan bahwa hanya dia yang akan meninggalkan band yang telah membesarkan namanya itu.

"I will not let the ship collapse. Tetapi mereka tetap berjalan. Maksud gue mereka tetap jalan, tanpa gue," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X